"Kak Theo, kamu sudah berhasil dapatin wanita yang kamu mau, kenapa masih minum-minum? Ngomong-ngomong, kamu 'kan sudah hampir nikah sama Gaia, kenapa Ivy masih bisa setenang itu? Nggak ribut sama kamu?"Begitu topik dibuka, yang lain ikut menyahut, "Makanya, yang lebih tua itu memang lebih bisa menahan diri. Tapi sayang juga sih, tanpa Ivy rasanya jadi kurang seru.""Kak Theo, serius nih, kalau kamu benar-benar putus sama Ivy, boleh nggak aku yang kejar dia buat main-main?"Theo terus minum tanpa berbicara. Salah satu temannya mendengar itu, lalu menyambung, "Dasar nggak punya harga diri. Perempuan yang sudah bikin Kak Theo bosan masih mau kamu ambil?"Begitu kata-kata itu selesai, tawa kembali pecah di antara mereka.Mendengar mereka mentertawakan Ivy seenaknya, entah kenapa hati Theo terasa kesal. Dia menekan pelipisnya, lalu membentak, "Berisik banget."Begitu dia selesai berbicara, suasana langsung hening. Mereka saling memandang, tidak tahu kalimat mana yang membuatnya tersinggun
Read more