"Bagus, bagus, anak muda yang punya semangat itu hal bagus. Ivy, perusahaan sangat menghargaimu, teruslah bekerja keras."Ivy menjawab singkat beberapa kata, lalu menutup telepon. Setelah itu, dia menekan kontak lain dan panggilan segera diangkat."Ivy, kenapa tiba-tiba menelepon Ayah?"Mendengar suara yang begitu familier, tenggorokan Ivy langsung tercekat.Karena tak mendapat jawaban untuk waktu lama, ayahnya mulai bertanya dengan cemas beberapa kali.Ivy akhirnya berusaha menenangkan suaranya, berpura-pura santai saat berkata, "Nggak apa-apa, cuma mau bilang aku naik jabatan. Tapi harus pindah ke Kota Selan. Ayah ikut aku ke sana ya."Ayahnya menghela napas lega, lalu tersenyum. "Ayah sudah tua, nggak usah repot-repot deh. Di kota baru pasti banyak pengeluaran, kamu jaga diri baik-baik saja. Ayah juga entah bisa bertahan berapa lama lagi ....""Ayah!" Ivy memotongnya, "Masa paling sulit sudah kita lewati. Sekarang aku sudah bisa cari uang. Selama kita dapat donor ginjal yang cocok,
อ่านเพิ่มเติม