Share

Playing Victim

Penulis: Shaqueen
last update Tanggal publikasi: 2026-04-30 15:13:42

“Saya terima nikah dan kawinnya Selina Aurora Adzkiya binti Alvian Putra Wicaksana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.”

“Bagaimana para saksi?”

“Saya ngga setuju.”

Semuanya menoleh, menatap ke arah belakang. Termasuk Elvano. Dari suara, dia sudah mengenali itu siapa. Elvano menatap Laras yang berjalan ke arahnya dengan langkah pelan namun pasti. Sedikit lagi, ya sedikit lagi. Sedikit Elvano resmi menjadi suami Selina. Akan tetapi semua harus sedikit berantakan karena ulah sang mama.

Laras maju, berdiri di samping Elvano. Wanita itu tak memperdulikan tatapan suami dan Ayahnya yang terlihat kaget. Ya, bagaimana tidak kaget, pasalnya tadi Laras tidak jalan bareng mereka. Dan sebetulnya Laras enggan untuk datang ke acara ini. Akan tetapi, dia harus menyelamatkan putranya, menyelamatkan masa depan sang anak satu-satunya.

“Mah,” tegur Elvano.

“Apa? Mana bisa kamu menikah tanpa restu dari orang tua, El? Di sini Mama ngga setuju kamu menikah dengan Selina. Sampai sini kamu paham? Lebih baik kamu ikut Mama pulang, kita bahas ini di rumah sama-sama,” jawab Laras, menarik tangan Elvano.

Akan tetapi Elvano dengan tagas menepis tangan Laras, membuat wanita itu melotot sejadi-jadinya. Entah anaknya habis minum apa jadi seperti ini, Laras sendiri tidak tahu. Mungkin kalau calonnya Jihan dia dengan sukarela melepas putranya menikah. Tapi ini? Dengan Selina? Sekretaris anaknya? Yang benar saja.

Laras yang tak mau kalah tetap mencoba menarik lengan Elvano, namun lagi-lagi ditepis. Elvano berdiri dari duduknya, dia menatap datar sang mama yang kini sangat emosi. “Mama emang orang tua saya, tapi Mama ngga punya hak melarang keputusan saya. Yang menjalani hidup setelah menikah itu saya, bukan Mama. Jadi yang tau ini terbaik atau bukan ya saya.”

“Elvano! Berani kamu membantah Mama?”

“Kenapa saya harus ngga berani? Kalian berhak menentukan, tapi hasil akhirnya tetap saya yang menentukan. Dan keputusan akhirnya, wanita yang saya pilih adalah Selina, bukan orang pilihan Mama,” jawab Elvano dengan tegas. Pria itu kembali duduk di bangku, menatap penghulu. “Pak, maaf, ayo kita mulai dari ulang,” sambungnya.

Belum sempat Laras menyahut, suaminya sudah lebih dulu datang. Laras dipaksa untuk mundur, agar proses ijab kabul bisa dilaksanakan. Bukan tak mendukung istri, hanya saja Bara lebih menghormati keputusan putranya. Selain itu dia juga tidak mau malu di depan banyak orang dan di depan orang tua Selina.

Melihat keributan yang terjadi membuat Alvian dan Farah harap-harap cemas. Pasalnya keberlangsungan acara ini menentukan nama baik keluarga. Farah menatap ke arah Selina yang sedang ditenangi oleh kedua sahabatnya.

Setelah keributan yang sempat terjadi, proses ijab Kabul kembali berlangsung dengan lancar. Kini, Elvano telah resmi menjadi suami dari Selina. Pria itu berdiri, menunggu kedatangan istrinya. Dari arah belakang Selina diantar kedua sahabatnya menuju ke meja akad. Setelah mengantar, Gina dan Rachel kembali mundur.

Dengan tangan bergetar Selina duduk, dibantu oleh Elvano. Keduanya menandatangani buku nikah. Setelah itu baru bertukar cincin. Setelah semua prosesi itu selesai, Elvano maju dua langkah, mencium kening Selina sesuai dengan arahan fotografer.

***

Prosesi sakral telah terlewati, kini Bara tengah menenangkan Laras di luar gedung. Bara melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Laras. Keduanya berdiri saling berhadapan. Laras dengan emosinya, sedangkan Bara dengan ketenangan yang berusaha dibangun.

“Biarin aku masuk, ini ngga bisa dibiarin, Mas! Mau ditaruh mana muka kita kalau semua orang tau El nikah sama wanita yang ngga setara sama kita?”

Bara menghela napasnya. Wanita yang tidak setara? Selina memang berstatus sekretaris anaknya, tetapi tidak serendahan itu di mata Bara. Bara kembali mencekal pergelangan tangan Laras yang ingin masuk ke dalam. Laras kembali emosi, dia menghempas tangan suaminya yang sangat kuat mencekalnya.

“Kamu lebih baik pulang, Mah. Daripada kamu di sini buat keributan, dan yang ada bikin malu.”

“Oh, kamu ngusir aku, Mas? Aku ini ibunya El, aku juga berhak atas hidup dan masa depan dia!”

Bara menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia mengerti maksud istrinya apa, tapi semua sudah terlambat karena anaknya sudah resmi menikah. Bara yang tak ingin istrinya kembali buat rusuh langsung membawanya ke parkiran, lalu memaksanya masuk ke dalam mobil.

“Jangan harap wanita itu bisa masuk ke dalam rumah!” Laras menutup pintu mobil dengan kencang. Bara tidak menghiraukan, dia hanya memperhatikan mobil istrinya yang pergi meninggalkan tempat acara.

Sekitar jam lima, acara masih berlangsung. Tamu-tamu juga masih berdatangan. Selina yang tidak nyaman ada di pelaminan sesekali turun menghampiri Farah. Akan tetapi, untuk yang kesekian dia turun, Selina tidak menemukan sang mama. Selagi Elvano sibuk dengan para tamu, Selina melipir ke belakang. Tepatnya ingin ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan,

“Hebat, ya, habis batal nikah eh langsung sama pria lain.”

Langkah Selina terhenti. Suara itu … suara itu sangat familiar di telinganya. Sontak Selina menoleh ke belakang, seketika dia mendapati sosok Raka tengah bersandar di dinding sambil bersedekap dada. Kekagetan sempat melanda Selina, dia benar-benar tidak tahu kalau pria itu akan datang ke sini. Pasalnya sejak tadi dia tidak melihat kehadirannya.

“Kenapa? Kaget?”

Dengan jantung berdebar Selina mendekati Raka. Bukannya balasan yang Selina berikan, namun wanita itu langsung menyematkan tamparan keras di pipi Raka. “Bisa kamu bicara begitu, Ka? Dengan posisi kamu yang udah batalin semuanya?”

Raka memegang pipinya yang terasa kebas karena tamparan Selina. Pria itu tertawa. “Jangan-jangan ini emang mau kamu ya, Sel? Kamu yang mau pernikahan kita batal, lalu kamu nikah dengan bosmu itu.”

Kening Selina mengerut. Ini kenapa jadi dirinya yang disalahkan? Padahal di sini yang membatalkan pernikahan secara sepihak adalah Raka, bukan dirinya.

“Ternyata kamu ngga semahal itu ya, Sel. Kupikir kamu bakalan tunda acara ini dan kam—”

Lagi, satu tamparan mendarat di pipi Raka. “Jangan playing victim kamu, Ka. Yang kirim pesan ke aku itu kamu, yang hancurin hari pernikahan kita itu kamu, yang tiba-tiba menikah dengan wanita lain itu kamu!”

Seketika tangis Selina pecah. Tidak terima sekali dia dipojokkan seperti pelaku begini. Padahal di sini yang jadi korban dirinya.

“Aku itu punya rencana lain, Sel. Harusnya kamu sabar sedikit. Ini malah kamu nikah sama pria lain? Atau … kamu hamil, Sel? Kamu dihamilin sama dia?”

Saat Selina ingin melayangkan tamparan lagi, tangannya ditahan oleh Raka. Pergelangan tangan wanita itu dicekal, sampai Selina meringis kesakitan. Tak lama berselang, suara dehaman terdengar. Keduanya sama-sama kaget, Raka langsung melepaskan pergelangan tangan Selina.

“Ada apa ini?”

Elvano.

Selina menoleh, begitupun dengan Raka. Elvano yang memang sejak tadi mencari Selina langsung berdiri di sampingnya. Lewat tatapan mata dia bertanya ‘ada apa’ namun istrinya hanya diam.

“Saya duluan,” pamit Raka. Tanpa menunggu respon keduanya, Raka langsung pergi meninggalkan ruangan.

***

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Dicampakkan Di Hari Pernikahan, Dinikahi CEO    Ngga Mau Ambil Kesempatan

    “Arghh! Kenapa harus kamu kecilin AC-nya, Mas?”“Saya ngga kecilin, Selina, bahkan ini udah naik,” jawab Elvano dengan nada rendah. Pria itu sedang mati-matian menahan gejolak yang ada di dalam dirinya.Napas pria itu sedikit memburu, membuat Selina menoleh. Selina bangkit dari posisi rebahannya, dia jadi duduk di samping Elvano yang sedang menundukkan kepala. Tangan Selina terulur, menyentuh pundak Elvano. Sentuhan lembut tangan Selina semakin membuat Elvano hilang akal. Pria itu menoleh, menatap istrinya.“Panas, Mas.”Elvano semakin dibuat kelimpungan saat Selina mencoba melepas kimononya. Sebisa mungkin Elvano menahan. Karena kalau tidak ditahan, situasinya akan berbeda. “Jangan, Sel, jangan bodoh kamu. Saya ngga mau ambil kesempatan dalam situasi seperti ini.”Kedua mata Selina menyipit, dia menatap wajah Elvano dengan lekat. Tangannya terulur, menyentuh pipi. “Wajah kamu … kenapa merah banget? Apa kamu sakit, Mas?”Dihempasnya tangan Selina dari pipinya, lalu Elvano kembali mena

  • Dicampakkan Di Hari Pernikahan, Dinikahi CEO    Ada Yang Aneh

    “Kalian ngga pulang, ‘kan? Kalian nginap, ‘kan? Kamu jangan alasan baju, El. Baju kerja kamu di sini masih banyak.”Elvano menghembuskan napasnya perlahan. Lagi-lagi situasi sulit menghimpitnya. Menginap? Sudah jelas Selina tidak akan berkenan. Tapi kalau tidak dituruti, Kakeknya akan terus memaksa. Elvano melirik Selina yang berdiri di sampingnya. Wanita itu hanya menunduk, meremas ujung bajunya. Lagi-lagi Elvano menghela napas.“Kalau saya tergantung Selina aja, Kek. Kalau memang Selina mau, ya gapapa. Tapi kalau dia ngga mau juga saya ngga bisa maksa,” jawab Elvano sambil menatap Albert.Terlihat raut kekecewaan di wajah Albert. Selina yang menangkap itu sontak meremas lengan Elvano, membuat pria itu menoleh menatapnya. Kepala Elvano sedikit merunduk, lalu bertanya, “kenapa, Sel?”“Kita … malam ini gapapa kita nginap di sini, Mas.”Mendengar kata-kata itu ke luar dari mulut Selina, wajah Albert seketika langsung cerah. Pria paruh baya itu mendekati Selina, meraih satu tangannya. “T

  • Dicampakkan Di Hari Pernikahan, Dinikahi CEO    Ngga Sendirian

    “Mas.”“Ayo turun, Kakek udah nunggu daritadi.”“Aku takut.”Elvano menoleh, menatap wajah istrinya. Sepertinya semakin dekat dengan pintu rumah, nyali Selina semakin menciut layaknya kerupuk terkena air. Akan tetapi Elvano berusaha untuk menenangkan istrinya yang terlihat gugup. Elvano meraih tangan Selina, menggenggamnya dengan erat. Sial, hanya ingin bertemu Laras, tangan istrinya sampai sedingin ini.“Ada saya, Sel, saya ngga akan ke mana-mana. Saya juga jamin di dalam ngga akan terjadi apapun. jadi, kamu tenang aja,” ujar Elvano dengan tenang.Tenang katanya. Bagaimana Selina bisa tenang?! Bagaimana caranya?Elvano melepaskan genggamannya, lalu dia turun lebih dulu dari dalam mobil. Pria itu memutari depan mobil, lalu membuka pintu penumpang untuk Selina. Selina menghela napasnya dengan berat. Kalau sudah seperti ini bagaimana dia bisa menghindar? Mau tidak mau Selina harus masuk ke rumah itu dan bertemu Laras. Selina tidak takut, hanya saja dia tak mau sakit hati mendengar perka

  • Dicampakkan Di Hari Pernikahan, Dinikahi CEO    Bukan Pernikahan Kontrak

    Sekitar jam enam sore pekerjaan Elvano baru selesai semua. Dia juga baru beberapa menit yang lalu selesai meeting dengan klien yang cukup penting. Syukurlah semuanya berjalan lancar tanpa ada masalah. Mereka juga tidak marah karena meeting yang seharusnya beberapa hari yang lalu, harus diundur hari ini.Setelah merapihkan barang-barang, memasukkan ponsel ke dalam saku jas, Elvano berniat untuk beranjak dari kursi. Akan tetapi saat diam au berdiri, ponsel di dalam sakunya berdering. Elvano kembali bersandar, mengeluarkan ponselnya.Kakek calling…Mendapati sang Kakek yang menelepon, Elvano langsung menjawabnya.“Hallo, Kek?”‘Kamu di mana? Udah jalan ke sini?’“Belum, saya masih di kantor. Ini baru selesai meeting, dan baru mau pulang.”‘Loh, iya kah? Yaudah Kakek tunggu, ya.’“Baik. Saya sama Selina akan segera datang. Ditunggu ya.”Tut.Elvano menghembuskan napasnya. Sejujurnya dia ragu untuk membawa Selina ke rumahnya. membawa Selina sama saja menyakiti hati wanita itu. mengingat ba

  • Dicampakkan Di Hari Pernikahan, Dinikahi CEO    Mimpi Buruk

    “Muka lo kusut banget? Kenapa, Sel?”“Gimana ngga kusut.”“Kenapa? Masih mikirin Raka?”Selina menghela napasnya. Saat ini dirinya sedang berada di sebuah taman bersama Vania—sahabatnya. Niat awal mau ke supermarket, tetapi tujuannya berganti. Ke supermarket bisa nanti, yang jelas sekarang dia butuh teman cerita.“Lo udah nikah, Sel, begitupun Raka. Udahlah, lebih baik lo lupain dia aja, mulai hidup baru sama suami lo itu,” ujar Vania dengan santai dan apa adanya.“Lo gampang bilang begitu, Van. Di sini yang jalanin gue. Gimana bisa gue mulai hidup baru kalau gue aja nikah sama orang yang … ngga gue suka. Ini rasanya aneh. Aneh banget. Ini gue akan terpenjara seumur hidup sama dia. Gimana caranya gue mau bahagia?”Vania menyandarkan punggungnya kesanggahan kursi. Wanita itu tidak langsung menjawab, melainkan memilih menikmati ice creamnya yang dibelikan oleh Selina. Vania tahu dan mengerti sama permasalahan Selina. Dia juga tahu tidak akan mudah menerima orang baru yang sama sekali ti

  • Dicampakkan Di Hari Pernikahan, Dinikahi CEO    Ngga Seburuk Itu

    Sudah tiga hari Selina menjabat sebagai istri Elvano. Walaupun pernikahan ini terkesan mendadak dan seperti paksaan, tetapi Selina tetap menjalani tugasnya sebagai seorang istri dengan baik. Semenjak pindah ke apartemen makan Elvano sangat terjamin. Itu semua karena Selina sering masak. Dan masakan wanita itu tak buruk-buruk banget, masih bisa dinikmati.Seperti pagi ini, Selina sudah berkutik di dapur sejak beberapa menit yang lalu. Dia sedikit bangun kesiangan, maka dari itu sebelum mandi langsu buru-buru bikin sarapan untuk suaminya. Makanan yang Selina buat juga simple, yaitu hanya nasi goreng dengan telur dadar. Lagipula bahan makanan belum komplit, dan baru hari ini Selina ingin belanja ke supermarket.Sambil mengaduk nasi di dalam wajan sesekali Selina menguap. Demi apapun, dia masih sangat ngantuk. Walaupun sudah terbiasa bangun pagi untuk bekerja, tetapi tidak dengan hari ini. Tubuh Selina sangat lelah, inginnya rebahan di kasur sepanjang hari, itu semua karena semalam dia ik

  • Dicampakkan Di Hari Pernikahan, Dinikahi CEO    Simbiosis Mutualisme

    Untuk memastikan ucapan Elvano, Selina mengikuti laki-laki itu ke acara pernikahan sepupunya setelah mengganti gaun pengantinnya. Di dalam hatinya, Selina masih berharap Raka tidak akan mengkhianatinya. Namun, harapan itu pupus saat Selina tiba di gedung pernikahan. Di depan gedung tertulis nama

  • Dicampakkan Di Hari Pernikahan, Dinikahi CEO    Ngga Terima Penolakan

    Sejak jam enam pagi Selina sudah bangun, dan setengah tujuh dia sudah mandi. Akan tetapi masih pakai baju yang semalam, kemeja milik Elvano. Sejak beberapa menit Selina berdiri di balkon sambil menatap lurus ke depan. Ini baru hari pertama dirinya menajdi istri Elvano, istri yang tidak direstui ole

  • Dicampakkan Di Hari Pernikahan, Dinikahi CEO    Tidak Setara

    “Turun.”Selina terkesikap, wanita itu menatap ke depan dan sekeliling dari dalam mobil. Saking asiknya melamun selama diperjalanan, Selina sampai tidak sadar kalau mereka sudah sampai di rumah. akan tetapi, keraguan menyelimuti Selina. Haruskah dia turun lalu masuk? Sepertinya tidak semudah itu un

  • Dicampakkan Di Hari Pernikahan, Dinikahi CEO    Ketegangan Di Hari Bahagia

    Beberapa menit lagi acara pernikahan akan dimulai. Suara MC dari depan juga terdengar sampai ke dalam ruangan. Seharusnya hari ini Selina berbahagia karena dia sudah sangat rapi dan siap menuju tempat akad. Akan tetapi, sayangnya, sampai detik ini calon suaminya belum juga menampakkan diri. Seharus

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status