“Jangan takut hamil lagi, Mbak. Umur Mbak Nadia kan belum tua-tua banget dong, aku rasa. Ya, kan?” ucap Vega sambil tersenyum sinis, seolah sedang memberikan nasihat yang tulus. “Vega,” panggil Bagas pelan. Suaranya rendah, namun mengandung peringatan yang sangat tajam. “Um?” Vega menoleh dengan wajah polos yang dibuat-buat. “Omongan kamu...,” ucap Bagas, ia menjeda kalimatnya sambil menatap Vega dengan sorot mata dingin. “Kurangi.” Nadia harus sekuat tenaga menahan tawa melihat wajah Bagas yang tampak sangat muak. Badai yang tadi berkecamuk di dalam dirinya seketika reda, digantikan rasa puas karena dibela oleh pria yang seharusnya membela Vega. “Loh, kenapa? Bener kok kata Vega. Umur Nadia udah matang. Kalau udah tua baru beranak? Duh... keburu banyak penyakit nanti,” timpal Ratu, seolah tidak mau kalah membela menantu kesayangannya. “Ma...,” ucap Bagas lagi, kali ini nada suaranya terdengar lebih lelah sekaligus memperingatkan ibunya sendiri. “Mas, nggak apa-apa,” pot
Last Updated : 2026-05-08 Read more