Beberapa hari berlalu sejak kejadian itu, tapi dampaknya tidak benar-benar hilang—justru menyebar pelan, masuk ke percakapan-percakapan yang tidak pernah tercatat, berpindah dari satu lingkaran ke lingkaran lain tanpa pernah disebut terang-terangan.Di sebuah ruangan tertutup, jauh dari jangkauan orang biasa, beberapa orang duduk mengelilingi meja panjang dengan wajah yang tidak semuanya terlihat jelas. Tidak ada yang menyebut nama secara langsung, tidak ada yang mengangkat suara, tapi arah pembicaraan mereka sama.“…Krisnapati mundur.”Salah satu dari mereka berbicara pelan.“Dan Wening Jagad juga berhenti.”Hening sejenak.“Orang yang sama?”Tidak ada jawaban pasti.Hanya tatapan dan satu kesimpulan yang tidak perlu diucapkan ada sesuatu yang baru.Di tempat lain, sebuah hotel mewah dengan jendela tinggi menghadap kota yang gemerlap, seorang wanita duduk santai dengan segelas minuman di tangannya. Seorang staf membisikkan sesuatu di sampingnya, cukup pelan agar tidak terdengar orang
Terakhir Diperbarui : 2026-05-05 Baca selengkapnya