Setelah selesai mandi dan berpakaian, Rangga keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.Dia langsung berhenti.Di lantai, Agung sudah duduk bersila lagi, mata terpejam, wajahnya serius. Di sebelahnya, Wira duduk tenang sambil berkata pelan,“Pusat prana ada di kepala. Rasakan alirannya mengalir ke seluruh tubuhmu.”Agung mengangguk pelan, seolah benar-benar merasakan sesuatu.Rangga menatap beberapa detik, lalu geleng kepala.“Eh, anak monyet… buruan, ayo berangkat. Kita mulai kelas jam lima.”Agung langsung buka mata, kelihatan agak keganggu.“Ganggu aja lu. Gue lagi menstabilkan prana gue,” katanya, lalu nengok ke Wira. “Ya gak, Bang Wir?”Wira mengangguk. Rangga mendecak pelan, lalu menoleh ke Wira.“Wir, lu kalau mau mandi, air ada. Baju gue pake aja di lemari. Jangan ke mana-mana.”Dia membuka lemari, mengambil kaos dan celana, lalu menaruhnya di atas kasur.Saat matanya jatuh ke tumpukan celana dalam, dia berhenti sebentar, lalu menoleh ke Wira.“Wir… lu gak ada kancut,
最終更新日 : 2026-05-01 続きを読む