Ki Arjuna berdiri di depan mereka, tatapannya tertuju pada Rangga. Senyumnya tipis, tapi terasa hangat di permukaan.“Mas Rangga ini hebat sekali,” katanya pelan, “masih muda, sudah jadi komisaris…”Dia berhenti sebentar, matanya sedikit menyipit.“…dan punya aura yang… kuat.”Rangga yang tidak siap hanya bengong satu detik.Mira langsung menyenggol pelan lengannya, lalu maju sedikit menutup suasana.“Selamat ya, Ki, atas kemenangannya tadi. Wah, hebat sekali.”Ki Arjuna menoleh ke Mira, senyumnya kembali ramah.“Wah, Mira… tumben sekali ikut acara seperti ini?”Mira tersenyum kecil, belum sempat menjawab—Rangga yang sudah sadar langsung maju sedikit dan mengulurkan tangan.“Saya Rangga, Ki. Maaf tadi…”Ki Arjuna melihat tangan itu sebentar, lalu menjabatnya.Hangat di awal lalu tiba-tiba berubah, ada sensasi dingin. Seperti tidak ada aliran darah.Rangga refleks ingin menarik tangannya, tapi sensasi itu hilang secepat datangnya.Saat itu juga senyum Ki Arjuna memudar. Tatapannya ber
Terakhir Diperbarui : 2026-05-01 Baca selengkapnya