Safitri panik, dia bingung dan sedih sebab secara bersamaan dua teman kerjanya mengalami sakit yang serupa."Kita harus bagaimana, Mbak?" ratap Safitri pada Mbak Astri istri dari Mas Parjo."Aku juga enggak tau, Fit. Mas Parjo sejak jam empat pagi tadi enggak bisa tidur, dia muntah dan mengeluhkan sakit perut," "Kita harus bertindak, Mbak. Jika tidak segera diobati aku takut terjadi sesuatu yang buruk," imbuh Safitri.Mbak Astri mengambil air hangat yang ditaruh dalam wadah plastik, dengan air hangat itu dia mengolesi tubuh Mas Parjo pada bagian bibir, wajah dan leher untuk membersihkan sisa muntahan berupa darah yang berwarna kehitaman.Kriiing!Kriiing!Telepon yang berada dalam saku Safitri berdering dan bergetar, dia yang fokus pada Mas Parjo sampai terkejut. Diambilnya ponsel tersebut, ternyata Tejo sedang melakukan panggilan."Ha--halo, Mas. Ada apa?" sapa Safitri gugup."Enggak apa-apa, cuma nyapa kamu saja," jawab Tejo santai."Aduh, Mas ... telepon nanti saja ya, ini Mas Par
Read more