Zahwa mengangguk, lalu kembali memfokuskan perhatiannya pada sambungan telepon. "Res, tapi kan Mbok Minah kondisinya masih gak memungkinkan untuk kerja, Res. Takutnya nanti kalau masih butuh bantuan, aku gak bisa bantu karena aku sendiri sedang hamil."Terdengar helaan napas Ares di seberang sana. "Udah aku kasih tahu, Mbak. Tapi tahu sendiri kan gimana keras kepalanya Ibu kalau udah punya kemauan? Ibu bilang cuma mau ngerjain yang ringan-ringan aja, kayak masak atau sekadar nemenin Mbak Zahwa di rumah. Katanya kalau cuma diam di kamar terus, kakinya malah makin kaku."Zahwa menatap Devan, lalu memindahkan mode panggilan ke speaker agar suaminya bisa mendengar langsung."Gini aja, Res," Devan akhirnya angkat bicara, mengambil alih pembicaraan. "Bilang sama Mbok Minah, kita izinin beliau tinggal di sini lagi, tapi bukan sebagai pekerja yang harus beres-beres rumah.""Maksudnya gimana, Mas Devan?""Mbok Minah ke sini buat istirahat aja sambil nemenin Zahwa," l
Magbasa pa