Sorenya, Devan pulang saat Zahwa sedang duduk di sofa ruang tengah, sibuk membaca ulasan kesehatan ibu dan anak di ponselnya.Melihat kepulangan sang suami, Zahwa langsung menyambutnya. "Mas? Gimana pertemuannya?"Devan tak menjawab dengan kata-kata. Ia langsung merengkuh istrinya dan mendekapnya erat.Zahwa sempat terkejut, namun dengan cepat membalas dekapan suaminya, mengusap punggung Devan dengan lembut."Kita berhasil, Sayang. Martin setuju buat tarik Christopher kembali dan minta dia mundur dari jabatannya."Zahwa mengurai pelukan, menatap Devan dengan mata berbinar bahagia. "Beneran, Mas? Alhamdulillah...""Semua ini berkat doa kamu, Sayang." Devan menangkup kedua pipi Zahwa. "Untungnya tadi Lusi datang, kalau enggak, aku udah pasti kicep sama gertakannya Martin."Zahwa tersenyum hangat, mengusap jari Devan yang berada di pipinya. "Aku gak ngapa-ngapain, Mas. Aku cuman nungguin kamu di rumah, sambil berharap semuanya lancar.""Tapi tetap
Read more