Malam semakin larut, namun bagi Meysa, memejamkan mata rasanya seperti tugas yang paling berat. Di atas ranjang berukuran besar itu, Meysa bergerak gelisah dalam tidurnya. Kadang dia memiringkan tubuhnya ke kanan, lalu beberapa saat kemudian kembali terlentang. Beberapa kali dia menghela napas kasar, mencoba membuang sesak yang tiba-tiba memenuhi dadanya. Akhirnya, dengan satu gerakan pasrah, dia berbalik miring memunggungi Adrian yang sejak tadi sudah tertidur pulas.Gerakan terakhir Meysa rupanya cukup untuk mengusik tidur nyenyak Adrian. Perlahan, Adrian mengerjapkan matanya, berusaha mengumpulkan kesadaran yang sempat melayang. Dalam remang kamar, Adrian melirik punggung Meysa yang tampak tegang, ditambah dengan suara helaan napas kasar yang kembali terdengar dari istrinya itu.Merasa ada yang tidak beres, perlahan Adrian memiringkan tubuhnya. Dia mengikis jarak di antara mereka, lalu lengan kokohnya bergerak memeluk tubuh Meysa dari belakang."Ada apa
Read more