Alfa yang tengah dalam posisi berlutut, melotot mendapati Luna berada di ambang pintu Kedhaton. "Luna," sebutnya lirih.Sementara yang dipanggil lekas berlari lantas ikut berlutut di depan Alfa."Ngapain kamu ke sini? Kaisar! Bawa dia pergi.""Mbah Kung, jangan hukum Alfa. Saya yang salah."Alfa mendelik mendengar perkataan Luna."Menghukum Alfa? Memangnya apa yang aku lakukan?" Hadiwijaya tersenyum tipis melihat kedatangan sang cucu mantu."Mbah Kakung mau cambuk Alfa. Jangan, Kung.""Dia melakukan kesalahan. Sudah sepatutnya kena hukum.""Jangan, Kung. Saya yang salah. Alfa tidak salah. Ampuni dia, Kung."Alfa memandang tajam pada Kaisar. Sosok yang kini duduk manis di sisi kiri. Ekspresinya datar tapi sarat makna. Lebih tepatnya antusias akan drama sepupunya."Kalau rumah tangga kalian gagal. Itu adalah salahnya. Sebagai lelaki sudah sepantasnya dia menjaga istrinya. Bukannya malah membuat kamu tidak bahagia. Tidak nyaman hingga berakhir pisah.""Kung, bukan begitu. Saya bisa jel
Leer más