Luna protes sepanjang jalan, entah ke mana Alfa membawanya. "Eh pak dosen. Tanggung jawab dong. Situ ngadain kelas tambahan, tapi situ malah melarikan diri. Satu lagi, saya gak mau dijodohin sama Bapak." "Itu bukan salah saya. Asistennya saja gak kompeten! Dengar ya Luna, bukan saya yang nentuin perjodohan itu." "Eh pak dosen denger ya, saya belum bilang terima tawaran bapak jadi asisten." "Saya gak nawarin, tapi nyuruh. Kalau kamu gak mau ya saya paksa. Satu lagi, saya bukan Bima Narendra bapak kamu. Jadi stop panggil bapak. Umur cuma beda dua bulan sama abang ente, eh situ malah berani panggil bapak." Luna menganga, mendengar omelan Alfa yang jauh lebih panjang dari makiannya sendiri. Astaga, kenapa pula Luna harus terjerat dengan mantan yang pernah jadi crush sejagat raya. "Apa pun itu, berhenti dulu Pak. Saya laper abis dihajar sama coach saya. Saya perlu energi tambahan buat ngelawan bapak." Alfa melirik sadis, masih tak terima dengan panggilan bapak dari bibir Luna. Plus
Last Updated : 2026-05-05 Read more