"Semua salahmu!"Teriakan itu menggema di sepanjang lorong. Lebih tepatnya di depan ruang operasi.Luna menunduk dengan air mata berderai di pipi. Alfa sedang menjalani operasi pengangkatan peluru yang bersarang di bahunya."Lihat, sejak dulu kau itu memang pembawa sial!""Helen, diamlah!"Kalimat Fandi membuat Helen menggeram."Kau tahu sendiri. Apa yang terjadi pada Alfa empat tahun lalu. Sekarang terulang lagi. Semua karena sebab yang sama. Dia!"Telunjuk Helen menunjuk Luna yang bergeming di tempatnya berdiri sejak setengah jam lalu."Berapa kali Alfa bilang. Hal itu jangan diungkit kembali. Sekalipun terjadi lagi, kita tahu benar. Kalau Alfa memang akan melakukannya. Walau berulang kali."Makin geram Helen dibuatnya. Sejak dulu semua tak pernah berubah."Cinta memang bisa buat orang jadi gila!" Maki Helen pada akhirnya. Sebelum perempuan itu menghentakkan kaki, meninggalkan tempat tersebut."Luna, duduklah," pinta Fandi."Tapi, Kak.""Dia akan baik-baik saja. Duduklah, jangan sam
Read more