AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!

AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-05-05
Oleh:  sugi riaOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
7Bab
14Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Luna patah hati, sepatah-patahnya. Pada pria yang sudah enam bulan jadi kekasihnya. Tapi sudah lebih dari tiga tahun jadi crush-nya. "Sorry Na, kamu masih terlalu muda untukku. Kamu tahu, aku perlu seorang wanita dewasa yang mampu mengimbangiku." Sakit hati, Luna memilih melarikan diri. Meninggalkan kuliah, memulai lagi di tempat lain. Setahun berlalu, Luna yang mulai bisa menata hati dan diri, justru dikejutkan dengan kehadiran sang mantan yang dia mati-matian hindari. Tidak terduga, mantan Luna muncul sebagai dosen di kampus Luna. Apa yang akan terjadi jika sang mantan sekarang balik mengejar Luna ugal-ugalan. Bahkan mengusulkan sebuah rencana yang membuat Luna ingin menghabisi nyawa mantannya. "Maafkan Papa, Na. Tapi kamu harus menikah dengan Alfa." Mari nikmati jungkir balik dunia Luna yang dijodohkan dengan mantan paling menyebalkan.

Lihat lebih banyak

Bab 1

BAB 1 SALAH HAJAR

"Copet!"

Teriakan itu sontak membuat semua kepala menoleh ke arah yang sama. Tak berapa lama sejumlah orang mulai mengejar sesosok pria yang mengenakan kaos hitam dan celana jeans.

Laki-laki yang diduga sebagai tersangka pencopet.

"Kejar dia! Jangan sampai lolos! Enak saja mencopet di wilayah kita!"

Seru seorang pria yang sepertinya kepala keamanan di tempat itu. Di antara kelompok pengejar tadi ada satu gadis dengan rambut digulung yang ikut mengejar si pencopet.

Luna, nama gadis itu. Dia geram melihat aksi si pencopet. Pasalnya dia hampir jadi korban. Tapi dia berhasil menghindar. Sekarang si copet malah menargetkan orang lain.

"Mbak kita kepung aja dia. Biar gak bisa lari."

Satu pria di samping sang gadis menyarankan. Anggukan kepala jadi tanda persetujuan.

"Saya ke kiri, Bang. Jalan ini mengarah ke Gang Botak."

Mereka berpisah arah. Luna berbelok di sebuah gang. Luna akan menyergap si copet dari arah berlawanan. Luna terus berlari, dari kejauhan dia bisa mendengar kegaduhan mulai mendekat.

Sudut bibirnya tertarik. Sebentar lagi, katanya dalam hati. Gang Botak lumayan ramai. Banyak pedagang menggelar dagangan mereka di sisi kiri dan kanan jalan.

Mata Luna memicing, hingga dia melihatnya. Seorang pria berkaos hitam, dengan celana jeans berlari ke arahnya. Wajahnya tertutup masker.

Di belakang lelaki itu, ada sejumlah pria yang berlari sambil menunjuk-nunjuk.

"Dia pasti copetnya!" Ucap Luna penuh keyakinan.

Lelaki itu menghindari Luna yang berdiri di tengah jalan. Saat itulah, Luna meraih bahu sang pria. lalu tanpa ampun menghantam wajahnya. Lantas membantingnya.

Rintih kesakitan terdengar. Luna dengan bangga menahan tubuh lelaki tadi yang kini terkapar lantai semen.

"Bang saya dapat copetnya!" Jerit Luna kegirangan.

"Saya bukan copet!" Teriak sang lelaki tak terima.

"Alah, kamu diam saja. Copet mana ada yang ngaku." Luna menekan punggung sang pria.

"Bukan dia, Mbak. Copetnya itu!" Seorang bapak buru-buru menunjuk satu pria yang kini digelandang warga dengan wajah babak belur.

Astaga! Luna salah tangkap juga salah hajar. Senyum kemenangan Luna pudar seketika. Gadis itu lekas membantu si lelaki yang sempat dia injak punggungnya.

"Maaf, Mas. Saya salah paham tadi. Saya kira Masnya copet. Saya akan tanggung jawab. Biaya pengobatan Mas akan saya tanggung."

Luna menunduk. Tidak berani menatap sepasang mata yang dia tahu kini menatapnya sangat tajam. Untuk sesaat hanya ada kesunyian di antara mereka. Meski kehebohan jadi latar belakang tempat itu.

"Aku tidak kekurangan uang. Tapi kamu memang harus bertanggung jawab."

Suara itu! Luna segera mengangkat kepalanya. Jantungnya berdebar begitu bertemu dengan sepasang manik mata kelam. Serta senyum tipis yang tetap menawan seperti biasa.

Juga satu wajah yang dua tahun ini mati-matian ingin Luna lupakan. Sang mantan.

"Ngapain kamu di sini?" Luna bertanya setelah berhasil meredakan debar jantungnya.

Dalam hati muncul rasa bersalah, meski hanya sedikit. Wajah lelaki di depannya memar. Bekas pukulan Luna tadi. Namun di sisi lain ada amarah yang bangkit perlahan.

Sudut bibir lelaki itu tertarik. "Cari calon istri."

Luna mendengkus. Dia mengedarkan pandangan. "Memangnya ada ya klub malam buka siang-siang begini?" Balas Luna penuh sindiran.

"Calon istriku gak dari klub malam. Dia ada di depan aku."

Luna terbelalak. "Benarkah? Tapi aku tidak melihatnya. Wanita dewasa seperti yang kamu suka."

Gadis itu berbalik. Sakit, perih dan sesak memenuhi dadanya. Sudah selama itu, tapi hatinya ternyata belum move on dari sang mantan. Alfa Taraka Attarazka.

"Tunggu dulu, Na. Calon istriku itu kamu!"

Luna mematung di tempatnya berdiri. "Anda jangan bercanda, Tuan Playboy."

....

"Dia ada di sini, Kak. Aku baru saja ketemu dia."

Begitu Luna sampai di kos. Gadis itu langsung menghubungi Rio, sang kakak.

"Mungkin dia ada bisnis," balas Rio dari seberang. Walau begitu raut wajah Rio penuh dengan kebimbangan dan ketidakyakinan.

Sang ayah baru saja memberitahunya satu kabar yang membuat Rio ingin mengamuk.

"Semoga saja. Aku tidak mau berurusan dengan dia lagi. Aku sudah kabur ke sini. Hidup enak di sini. Masak iya aku harus ketemu dia lagi. Capek aku," keluh Luna.

Ada jeda sesaat. Dua beradik itu terdiam untuk beberapa waktu. Rio jelas sedang menyembunyikan emosi di hatinya.

Dia sudah peringatkan Alfa untuk menjauhi adiknya dua tahun lalu. Rio juga menghajar Alfa hingga babak belur saat itu.

Rio pikir semua akan selesai sampai di situ. Tidak tahunya takdir berkata lain. Apa memang harus seperti ini. Tapi bagaimana perasaan Luna nantinya.

"Na, Kakak mau kasih tahu sesuatu. Tapi jangan kaget ya," kata Rio sepelan mungkin.

"Memangnya ada apa, Kak. Cepetan ya, aku sudah mau ke kafe."

Rio mengetukkan jemari di meja. Ritmenya menggambarkan betapa galaunya pria itu.

"Na, Papa baru saja bilang kalau kamu sebenarnya sudah dijodohkan dengan Alfa."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status