Di kediaman Jenderal Huang, tepatnya di paviliun bunga…Di dalam kamar megah yang diterangi cahaya lilin, seorang jenderal dan seorang pelayan sedang larut dalam keintiman yang seharusnya tidak terjadi.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan tirai sutra, namun tak satupun dari mereka terganggu.Seolah dunia di luar kamar itu tidak lagi ada.“Jenderal… kau memang luar biasa…” suara Lie Ming bergetar pelan, menggigit bibirnya.Ada sedikit jeda dalam napasnya, seolah ia sendiri tak percaya dengan posisinya sekarang—takut, tapi juga tidak ingin berhenti.Jenderal Huang tersenyum puas, mengusap peluh di dahinya.“Lie Ming… kau jauh lebih mengerti aku dibanding istriku yang kaku dan membosankan itu.”Lie Ming tidak langsung menjawab. Ia hanya menunduk sebentar, lalu bersandar di dada sang jenderal.Ada rasa aman sesaat… tapi juga rasa gelisah yang tidak bisa ia buang.“Jenderal… kapan aku bisa menjadi istri utama? Aku tidak ingin terus disembunyikan seperti ini…”Suaranya lebih pelan da
آخر تحديث : 2026-05-07 اقرأ المزيد