เข้าสู่ระบบZhuang Ling terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan seorang Jenderal Besar yang mengabaikannya, hingga ia dicap mandul dan terus direndahkan oleh ibu mertuanya. Di tengah keputusasaan saat sang suami justru menghamili selirnya, Zhuang Ling memutuskan untuk bercerai. Namun, hal itu justru mengundang kemurkaan sang suami, yang bertekad untuk menghukum dan mengejar Zhuang Ling yang kabur. Bertahun-tahun kemudian, wanita yang terusir dengan tak terhormat itu kembali lagi, kini dengan kekuatan keturunan sang Kaisar di tangannya!
ดูเพิ่มเติมPintu benar-benar terbuka. Cahaya dari luar menyelinap masuk, memotong kegelapan kamar seperti bilah tipis. Zhang Xin tidak menurunkan pedangnya. Tangannya tetap siaga, matanya tajam mengunci setiap gerakan di ambang pintu. Liu berdiri diam di sisi lain. Napasnya pelan, tapi seluruh tubuhnya siap bereaksi kapan saja. Zhuang Ling di ranjang menggigit bibirnya sendiri. Rasa sakit di tubuhnya kalah oleh ketegangan yang menekan dadanya. Ia bahkan takut untuk bergerak sedikit pun. Langkah kaki terdengar masuk perlahan. Setiap bunyi di lantai kayu terasa jelas, terlalu jelas. Bayangan prajurit muncul di ambang pintu. Saat ia melangkah masuk— Zhang Xin bergerak cepat. Satu serangan presisi langsung melumpuhkan gerak prajurit itu. Tanpa suara berarti, tubuhnya jatuh ke sisi ruangan. Zhang Xin segera menariknya ke ruangan kosong di sebelah, lalu kembali ke posisi semula dalam satu gerakan cepat. Sunyi kembali menyelimuti kamar. Di luar terdengar suara tegang. “Pra
“Hei! Bangun!” Teriakan prajurit menggema di dalam sel. Air dingin disiramkan ke wajah Zhuang Ling. Seketika tubuhnya tersentak, wajahnya basah kuyup. Zhuang Ling membuka mata perlahan. Tubuhnya terasa nyeri di setiap bagian, akibat siksaan semalam. Pandangan matanya masih kabur. Samar-samar ia melihat sosok prajurit berdiri di depannya. “Entah berapa lama aku pingsan…” gumamnya pelan. Prajurit itu kembali mengangkat cambuk. Tatapannya dingin, tanpa belas kasihan. Namun… tepat saat cambuk itu hendak mengenai tubuhnya— Zhuang Ling kembali kehilangan kesadaran. Tubuhnya terkulai lemah. Prajurit itu berhenti. Ia mendengus kesal, lalu menurunkan cambuknya. “Sudah pingsan lagi…” Talinya dibuka dengan kasar, lalu tubuh Zhuang Ling dibiarkan tergeletak di lantai dingin penjara. “Ayo, keluar. Besok saja kita lanjutkan,” ucapnya kepada prajurit lain. Mereka pun pergi, meninggalkan sel dalam keadaan sunyi. Pintu besi ditutup dengan suara berat. Malam sema
Zhuang Ling melangkah keluar dari kamarnya disertai beberapa pelayannya yang setia, Quang Ling, Shen Ming, dan Zhuang Liu ikut menemaninya. Mereka membawa sebuah peti kayu yang berisi perhiasan serta barang berharga pemberian Jenderal Huang selama ia menjadi istrinya. Langkah mereka terdengar tegas, bergema di sepanjang lorong menuju kediaman Jenderal Huang di paviliun bunga. Beberapa pelayan yang melihat kehadiran mereka tampak terkejut. Mereka sedikit menunduk memberi hormat, namun tatapan mereka penuh rasa ingin tahu. Tak lama, terdengar bisik-bisik yang menusuk telinga Zhuang Ling. “Lihat itu… istri jenderal, kan? Tapi katanya mandul… pantas saja diselingkuhi…” Kata-kata itu seperti duri yang menusuk perlahan. Kabar Lie Ming hamil sudah menyebar ke seluruh kediaman, dari pelayan hingga prajurit. Ada yang setuju, ada juga yang tidak setuju Jenderal Huang menghamili seorang pelayan. Namun tak satu pun berani bersuara terang-terangan. Jenderal Huang adalah pahlawan
Jenderal Huang terkejut sejenak ketika istrinya, Zhuang Ling, ingin bercerai. “Cerai?!… kau mau cerai denganku… gara-gara aku bersama Lie Ming?” seru Jenderal Huang kaget. “Zhuang Ling… jika kau ingin cerai, aku tak keberatan. Tapi… jangan harap kau mendapat apa pun dariku!” ancam Jenderal Huang. Lalu ia menambahkan perkataannya, “Aku di sini penguasa… aku bebas memilih siapa yang aku suka!” Wajah Zhuang Ling memucat. Dadanya terasa sesak. Ia bimbang antara bercerai atau bertahan bersama Jenderal… namun hanya dalam kesepian. Ia mundur selangkah. Kata-kata Jenderal Huang membuatnya gentar. Jenderal Huang menatap Zhuang Ling dengan tajam. Ia mendekat, lalu berbisik di telinganya. “Kau pasti tahu… Lie Ming sudah mengandung anakku. Ia akan menggantikan posisimu!” Zhuang Ling terdiam. Tangannya mengepal, namun tubuhnya terasa lemas. Ucapan Jenderal Huang membuatnya semakin terpojok. Selama ini… Ia hanya istri pajangan. Tak pernah disentuh. Hanya sekada






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.