"Cepat kembali!" teriaknya tanpa sadar. "Raka Mahendra! Kembali ke sini!"Ia langsung bergerak maju ingin mengejar, tetapi dua penjaga di gerbang serempak menghalangi jalannya."Area militer terbatas. Dilarang masuk tanpa izin!"Nada suara mereka datar dan tegas."Lepaskan aku!" Celine mulai kehilangan kendali. "Aku pacarnya! Jangan menghalangiku!"Bahkan kata-katanya mulai tidak teratur karena kepanikan. "Kalau kalian menyentuhku lagi, aku akan melaporkan kalian!"Namun kedua penjaga tetap berdiri tanpa bergerak sedikit pun.Sementara itu, sosok Raka semakin jauh.Entah mengapa, perasaan aneh mulai muncul di dada Celine. Rasa itu mirip seperti ketika seseorang kehilangan sesuatu yang selama ini selalu dianggap pasti akan berada di sisinya.Selama bertahun-tahun, ia terbiasa melihat Raka mengejarnya. Terbiasa menerima perhatian, uang, waktu, dan pengorbanannya. Karena terlalu terbiasa, ia bahkan tidak pernah berpikir bahwa semua itu suatu hari bisa hilang.Tetapi sekarang, Raka benar-
Baca selengkapnya