Sorot mata Raka berubah semakin fokus. Raka segera mengikat seragam kamuflase yang basah kuyup itu pada ujung ranting panjang yang telah ia siapkan. Setelah semuanya selesai, paru-parunya mulai terbakar akibat kekurangan oksigen, sementara tekanan di dadanya semakin menyakitkan seolah akan meledak kapan saja.Meski kondisinya sudah mencapai batas, ia tetap memaksa dirinya bertahan di bawah permukaan air. Tubuhnya terus bergerak mengikuti arus sambil mendekati dinding batu di dekat tikungan sungai. Ia sedang mempertaruhkan segalanya pada satu kemungkinan kecil, yakni bahwa lawannya akan mempercayai ilusi yang baru saja ia siapkan.Ketika akhirnya mencapai posisi yang diinginkan, mata Raka langsung memancarkan ketegasan. Tanpa ragu, ia mengayunkan lengannya dan melempar ranting yang terikat seragam kamuflase itu ke tengah arus sungai.Ranting tersebut segera terseret arus deras, sementara seragam yang mengembang di permukaan tampak seperti seseorang yang sedang berjuang mati-matian agar
Read more