Baru saja Bintang hendak membuka mulut dan mengelus punggung sang suami untuk menenangkannya, Angkasa yang sudah tahu betul tabiat istrinya yang berhati malaikat itu langsung memotong cepat. Pria itu menatap Bintang dengan tatapan protektif, lalu beralih menatap tajam ke arah Ibu Rahayu."Jangan memintaku, Sayang. Mereka tak layak! Biar saja Rendi gila, apa urusannya dengan kita!" tegas Angkasa, mencoba mengunci mati kalimat iba yang hampir lolos dari bibir istrinya.Namun, Bintang tidak mundur. Ia menatap lekat sepasang mata suaminya, menyalurkan keteguhan yang tak terbantahkan. "Mas, aku mohon. Ini yang terakhir. Rendi sudah kehilangan segalanya, bahkan kewarasannya. Kalau kamu menolak untuk membantunya, tidak apa-apa. Biar aku sendiri yang akan membawa Rendi ke rumah sakit jiwa menggunakan uangku."Angkasa tertegun. Ia menatap Bintang dengan rahang mengeras, mencari celah keraguan di mata istrinya. Namun, ia tahu betul jika Bintang sudah mengambil keputusan, wanita itu tidak aka
Read more