Bintang memegang gelas minuman ringannya dengan jemari yang sedikit dingin. Di permukaan, ia tampak tenang menikmati alunan musik, namun detak jantungnya berpacu cepat. Ia tahu, di tempat tersembunyi, mata-mata Ibu Rahayu dan Monik pasti sedang mengawasinya. Benar saja, dari arah samping, pria asing bertubuh tegap yang menyamar sebagai fotografer itu mulai melangkah mendekat. Pria itu membawa sebuah nampan kecil berisi segelas cocktail berwarna merah muda yang tampak segar. Senyumnya terkembang ramah, sangat profesional. "Selamat malam, Nyonya Muda," sapa pria itu dengan sopan, membungkuk sedikit di hadapan Bintang. "Saya ditugaskan oleh Nona Shinta untuk mengantarkan minuman khusus ini untuk Anda. Nona Shinta bilang, ini sebagai tanda penghormatan karena Anda sudah bersedia meramaikan pesta ulang tahunnya." Bintang menatap gelas itu. Warnanya cantik, namun instingnya berteriak bahwa ada racun tak kasat mata di dalamnya. Sebelum Bintang sempat menjawab atau menolak, ponsel d
최신 업데이트 : 2026-05-20 더 보기