"Om Botak..." Arka langsung menoleh ketika mendengar suara Jr dari tangga, lalu tak lama, wajahnya berubah panik saat melihat Jr berdiri dengan tubuh sedikit goyah. "Kamu kenapa turun sendiri?!" tanya Arka sambil berjalan cepat menghampiri Jr. "Aku hanya mau mengambil minum," jawab Jr sambil memegang pegangan tangga. "Kamu masih demam." "Aku sudah merasa lebih baik." "Jr." Nada suara Arka membuat Jr berhenti. Arka jarang memanggil namanya dengan suara penuh kekhawatiran seperti itu. "Aku bisa sendiri," ujar Jr sambil mengerutkan dahi. "Aku tahu kamu bisa," kata Arka sambil membantu Jr berjalan ke sofa. "Tapi, kali ini biarkan aku membantu." Jr terdiam mendengar ucapan Arka, jantung dan hatinya menghangat saat mendengar ucapan Arka. Pagi itu suhu tubuh Jr kembali naik dan Arka langsung memanggil dokter tanpa menunggu lama. Ia mondar-mandir di ruang keluarga sambil terus melihat jam, sedangkan Amara memperhatikan tingkah Arka dengan wajah heran. "Arka, kamu sudah menelepon
続きを読む