"Aku tidak mau pesta besar," ujar Jr sambil melipat kedua tangan di depan dada, wajahnya datar saat duduk di kursi makan. "Aku juga tidak menyiapkan pesta besar," jawab Arka sambil mengangkat kedua bahu, sudut bibirnya tertarik tipis. "Bagus!" kata Jr sambil mengangguk kecil, lalu melirik piring sarapannya. "Tapi, tetap ada perayaan," ucap Amara sambil menyilangkan tangan, alisnya terangkat tegas. "Aku hanya ulang tahun, bukan jadi presiden," balas Jr sambil menghela napas panjang. Arka menahan tawa dan Amara memijat pelipis. Jr kembali fokus pada makanannya seolah pembicaraan itu tidak penting. Pagi itu berjalan lebih tenang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Amara sengaja meliburkan sebagian jadwal kerjanya. Arka bahkan sudah bangun sejak subuh dan menghilang dari mansion selama beberapa jam. Jr memperhatikan semuanya, tetapi memilih diam karena tidak ingin terlihat penasaran. "Om Botak pergi ke mana?" tanya Jr sambil menatap Amara, wajahnya terlihat santai. "Katanya ada uru
続きを読む