"Aku bisa sendiri," ujar Jr pelan sambil menatap sepeda yang masih ia pegang erat di halaman belakang. Arka mengangguk sambil berdiri tidak jauh, tangan masih siap jika Jr kehilangan keseimbangan. "Pelan saja, jangan terburu-buru," kata Arka sambil memperhatikan gerakan kaki Jr di pedal. Pagi itu masih sama seperti sebelumnya, tapi ada sesuatu yang berubah dalam cara Jr memandang Arka. Tidak lagi penuh jarak, tapi juga belum sepenuhnya percaya.Entah mengapa perasaan Jr seperti itu, Jr sendiri bingung dengan perasaannya. Tapi, hal yang paling Jr tahu saat ini, perasaannya selalu hangat dan senang saat bersama Arka.Lelaki yang dia benci karena telah menyakiti ibunya, tapi mengapa sekarang dia seolah-olah sangat bergantung pada laki-laki itu. "Aku tadi jatuh sedikit," ujar Jr sambil menunduk dan mengusap lututnya yang sedikit lecet. "Itu bukan jatuh, itu belajar," ucap Arka sambil sedikit tersenyum dan mengangkat bahu. Jr diam sejenak, lalu kembali mengayuh pelan. "Om Botak tida
Read more