Mereka akhirnya duduk di salah satu meja di area food court yang masih cukup ramai meski malam sudah larut.Di atas meja, berbagai makanan sudah tersusun dari burger besar, ayam goreng yang masih hangat, kentang goreng, dan dua gelas minuman dingin. Bahkan Carlos masih menambahkan satu cup es krim vanilla di tengah meja, seolah itu adalah penutup wajib dari semua kekacauan malam ini.Azalea duduk dengan tangan terlipat, wajahnya masih menunjukkan sisa-sisa kesal yang belum benar-benar hilang.“Ini semua nggak masuk akal,” gumamnya pelan.Carlos justru terlihat santai. Ia sudah mulai makan burgernya dengan tenang, seolah kabur dari rumah sakit, jalan-jalan ke bioskop, sampai makan di tengah malam adalah rutinitas biasa.“Lo tuh makan atau ngerusak hidup orang?” tanya Azalea akhirnya.Carlos hanya terkekeh, lalu mengangkat bahu. “Gue lagi hidup.”Azalea mendelik. “Sebel banget sih kalo di kasih
Read more