Azalea berjalan sendirian di trotoar yang sepi, langkahnya pelan tanpa arah jelas. Lampu jalan memantulkan bayangan panjang di aspal, tapi tidak ada satu pun yang terasa nyata baginya.Ia tidak tahu harus ke mana.Apartemen itu… terlalu sesak.Dan di saat yang sama, terlalu penuh untuk ditinggali lagi.Azalea berhenti di pinggir jalan, menatap mobil-mobil yang lewat. Beberapa detik kemudian ia mengangkat tangan dan menghentikan sebuah taksi yang melaju perlahan.“Ke pusat kota,” katanya singkat.Sopir hanya mengangguk dan mobil pun melaju.Sepanjang perjalanan, Azalea hanya menatap keluar jendela. Gedung-gedung tinggi, lampu neon, dan orang-orang yang masih berlalu-lalang di malam hari semuanya terlihat seperti dunia yang berjalan normal.Sementara dirinya… terasa terlepas dari semuanya. Setelah cukup lama, taksi berhenti di depan pusat kota.“Sudah sampai, Nona.”Azalea menga
Leer más