LOGINCarlos Rigel, anak tunggal dari CEO kaya raya, terbiasa hidup dalam kemewahan dan hubungan tanpa makna. Tak pernah puas dengan siapa pun yang ia miliki, rasa hampa justru membawanya pada rasa penasaran terhadap satu-satunya gadis yang tak pernah tersentuh pria mana pun. . Azalea Frieda, sahabat kecilnya yang keras kepala dan galak. Tanpa Azalea sadari, Carlos mulai mendekatinya dengan cara licik, menjadikan perasaan sebagai permainan untuk memuaskan egonya. . Namun segalanya berubah saat Tommy Rigel mengalami serangan jantung dan memaksa Carlos mengambil alih posisi penerus perusahaan. . Di tengah tekanan dunia bisnis, Tommy juga memaksa Carlos menikahi Azalea, gadis yang sejak dulu dianggap paling mampu menjaga putranya. . Kini, di antara pernikahan yang dipenuhi keraguan dan cinta yang perlahan tumbuh, akankah Azalea menjadi korban permainan Carlos, atau justru ketulusan cintanya mampu mengubah seorang playboy menjadi pria sejati? *** Story by Ig & Tt @penulis_rain *** Cover Ilustrasi by fb Rida Graphic
View MoreMalam itu, Rose dan Bryan datang ke rumah Tommy sambil membawa beberapa wadah makanan hasil panen kemarin.Ada sambal goreng kentang, sayur sop, ayam goreng, dan beberapa kilo ubi serta cabe yang baru dipetik dari kebun.Sisca langsung menyambut mereka dengan hangat. "Aduh, kenapa repot-repot bawa sebanyak ini?"Rose tertawa kecil. "Namanya juga habis panen. Kalau nggak dibagi malah kebanyakan."Sisca tersenyum senang lalu membantu membawa makanan itu ke ruang makan. Tak lama kemudian mereka berempat sudah duduk mengelilingi meja makan.Suasana terasa santai.Tommy yang kini terlihat jauh lebih segar dibanding beberapa bulan lalu sedang bercerita dengan penuh semangat."Terapi di Singapura memang beda. Sekarang jalan juga udah jauh lebih kuat."Bryan mengangguk lega. "Itu kabar bagus."Rose tersenyum. "Kami juga lihat wajahmu jauh lebih segar."Tommy tertawa kecil. "Setidaknya sekarang nggak terlalu merepotkan lag
Tak lama kemudian, makanan yang dipesan Carlos untuk Azalea akhirnya datang. Aroma burger hangat langsung memenuhi ruangan.Bersamaan dengan itu, petugas rumah sakit juga mengantarkan makan siang Carlos. Sebuah nampan berisi bubur ayam, sup bening, dan beberapa potong buah.Carlos langsung menatap nampan itu seolah sedang melihat hukuman hidup."Ini makanan atau siksaan?"Azalea yang sedang membuka bungkus burger langsung mendelik."Udah syukur dikasih makan."Carlos mendesah panjang."Kok hidup gue menyedihkan banget sih."Meski mengeluh, akhirnya mereka mulai makan. Ruangan menjadi tenang. Hanya terdengar suara plastik burger dan sendok yang sesekali menyentuh mangkuk.A
Sudah lebih dari satu jam Azalea duduk di kursi samping ranjang rumah sakit. Awalnya ia sempat membaca materi kuliah dari ponselnya.Lalu mencoba bermain game. Namun pada akhirnya ia hanya melamun sambil sesekali melihat infus Carlos.Pria itu masih tertidur. Atau setidaknya begitulah yang Azalea kira. Karena merasa bosan, Azalea akhirnya menghubungi Citra.Panggilan langsung tersambung."Halo?"Suara Citra terdengar heboh seperti biasa."Lo di mana? Dosennya udah masuk nih."Azalea menghela napas. "Gue nggak bisa masuk hari ini."Citra langsung penasaran."Hah? Kenapa?"Azalea melirik ke arah Carlos yang masih tampak tertidur.
Azalea berlari keluar dari kamarnya sambil merapikan rambutnya yang masih sedikit berantakan. Wajahnya terlihat panik.Langkahnya cepat menuruni tangga rumah. Di ruang makan, Rose dan Bryan sedang menikmati sarapan pagi seperti biasa.Ada nasi goreng, telur dadar, dan teh hangat di atas meja. Rose yang sedang menuang teh langsung menoleh.Bryan juga ikut mengangkat kepala. Keduanya tampak heran.“Loh?”“Bukannya kamu tidur di rumah Carlos? Kenapa keluar dari kamar?” tanya Rose bingung.Azalea bahkan tidak sempat duduk. “Nanti aja jelasinnya, Bu. Aku harus ke rumah sakit sekarang.”Rose dan Bryan langsung saling pandang. “Rumah sakit?”
Carlos langsung menahan kepala Raisa dengan satu tangan saat wanita itu kembali mencoba memeluk lengannya dengan manja.“Ngapain sih lo!”“Carlos ... kenapa tiba-tiba lo nggak mau gue peluk?&rdq
Waktu berlalu begitu cepat. Matahari sudah tenggelam sejak lama dan suasana kantor mulai jauh lebih sepi dibanding siang tadi.Lampu-lampu gedung masih menyala terang, tapi sebagian besar pegawai sudah pulang. Kini hanya terdengar suara ketikan keyboard dan lembaran dokumen yang dibalik.
Azalea masih terpaku di depan pintu beberapa detik. Pemandangan Carlos bersama Sintia tadi benar-benar membuat dadanya terasa sesak.Sementara Sintia terlihat sangat panik.Gadis itu buru-buru membenarkan rok dan kemejanya yang sedikit berantakan lalu menunduk cepat pada Azalea.
Esok paginya, Azalea langsung terbangun dengan panik. Matanya membesar saat menyadari sisi ranjang di sebelahnya kosong.“Carlos?”Ia langsung duduk sambil melihat sekitar kamar. Selimut di sisi Carlos sudah rapi. Tanda pria itu sudah bangun sejak tadi.Azalea bur






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore