Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy

Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy

last updateDernière mise à jour : 2026-07-31
Par:  Rain (angg_rainy)En cours
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
213 Notes. 213 commentaires
82Chapitres
2.2KVues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Carlos Rigel, anak tunggal dari CEO kaya raya, terbiasa hidup dalam kemewahan dan hubungan tanpa makna. Tak pernah puas dengan siapa pun yang ia miliki, rasa hampa justru membawanya pada rasa penasaran terhadap satu-satunya gadis yang tak pernah tersentuh pria mana pun. . Azalea Frieda, sahabat kecilnya yang keras kepala dan galak. Tanpa Azalea sadari, Carlos mulai mendekatinya dengan cara licik, menjadikan perasaan sebagai permainan untuk memuaskan egonya. . Namun segalanya berubah saat Tommy Rigel mengalami serangan jantung dan memaksa Carlos mengambil alih posisi penerus perusahaan. . Di tengah tekanan dunia bisnis, Tommy juga memaksa Carlos menikahi Azalea, gadis yang sejak dulu dianggap paling mampu menjaga putranya. . Kini, di antara pernikahan yang dipenuhi keraguan dan cinta yang perlahan tumbuh, akankah Azalea menjadi korban permainan Carlos, atau justru ketulusan cintanya mampu mengubah seorang playboy menjadi pria sejati? *** Cover Ilustrasi by fb Rida Graphic

Voir plus

Chapitre 1

Chapter 1

Carlos melepaskan ciumannya dengan napas yang masih memburu. Ia menatap Raisa sekilas, lalu mengusap tengkuknya sendiri dengan ekspresi datar. Ada sesuatu yang terasa kurang, tapi ia sendiri tidak tahu apa.

Raisa yang masih bersandar manja di dada Carlos, mengerutkan kening. “Lo kenapa sih akhir-akhir ini?” tanyanya pelan, jemarinya bermain di dada bidang Carlos.

Carlos menghela napas pendek. “Nggak kenapa-kenapa. Cuma… bosan aja,” jawabnya.

Raisa langsung mengangkat wajahnya, sedikit tidak percaya. “Bosan? Sama gue?”

Carlos hanya mengangkat bahu, tidak benar-benar menjawab. Kamar apartemen itu tampak berantakan, baju berserakan, gelas kosong di meja, dan lampu yang hanya menyala setengah membuat suasana terasa sumpek.

Raisa bangkit dari posisi tidurnya, meraih pakaiannya yang tergeletak di kursi, lalu memakainya perlahan.

“Kalau gitu kita ganti suasana, gimana?” katanya sambil tersenyum menggoda. “Mungkin ke hotel… atau ke pantai? Biar nggak monoton.”

Ia kembali mendekat, memeluk tubuh Carlos yang masih tanpa atasan. Tangannya menyentuh perut sixpack Carlos mencoba untuk membuat Carlos bergairah lagi. Carlos hanya diam, tidak menolak, tapi juga tidak benar-benar merespons.

Tiba-tiba, suara pintu apartemen terbuka memecah suasana. Keduanya menoleh bersamaan.

Seorang gadis dengan kaos oversize dan rambut bondol berdiri di ambang pintu. Wajahnya datar, nyaris tanpa ekspresi, matanya menatap lurus ke arah mereka berdua yang masih dalam posisi terlalu dekat.

“Azalea?” gumam Carlos menatap sahabatnya itu.

Raisa langsung menarik diri, memperbaiki posisi duduknya dengan wajah kesal.

Azalea hanya menghela napas pendek. “Sorry,” ucapnya singkat, nada suaranya datar tanpa rasa canggung. “Gue mau pinjem tablet.”

Tanpa menunggu respons, ia melangkah masuk seolah pemandangan di depannya bukan hal yang perlu diperhatikan.

Raisa menatapnya tidak percaya. “Sepertinya lo terlalu bebas masuk ke apartemen pacar orang?”

Azalea tidak berhenti. Ia terus berjalan melewati mereka, bahkan tidak menoleh sedikit pun. Seolah suara Raisa hanya angin lalu. Ia langsung menuju meja dapur kecil, meraih tablet yang memang tergeletak di sana.

Carlos memperhatikan dalam diam. Entah kenapa, kehadiran Azalea selalu terasa berbeda. Tidak ada canggung, tidak ada basa-basi. Selalu seperti itu sejak dulu.

“Lusa gue balikin,” ujar Azalea singkat, masih tanpa melihat ke arah mereka.

Raisa berdiri, kesabarannya mulai habis. “Hei! Gue lagi ngomong sama lo!”

Azalea akhirnya berhenti sebentar di dekat pintu, tapi tetap tidak menoleh. “Gue denger,” jawabnya dingin. “Cuma nggak penting buat dijawab.”

Ucapan itu membuat Raisa semakin kesal. Ia melangkah cepat, seolah ingin mengejar Azalea keluar.

Namun sebelum sempat melangkah lebih jauh, tangan Carlos menahan pergelangannya.

“Udah,” kata Carlos santai, tapi tegas. “Nggak usah ditanggepin.”

Raisa menoleh tajam. “Lo serius? Dia masuk seenaknya, terus lo bela?”

Carlos menghela napas pelan. “Dia anak teman mama gue,” jawabnya singkat. “Udah biasa keluar masuk sini.”

Raisa terdiam, masih jelas tidak terima. “Tetap aja—”

“Raisa,” potong Carlos, kali ini menatapnya langsung. “Udah, ya. Gue anterin lo pulang.”

***

Lampu klub malam berpendar redup dengan dentuman musik yang menggema di seluruh ruangan. Carlos menenggak segelas bir tanpa jeda, menaruhnya kembali ke meja dengan sedikit keras. Wajahnya terlihat datar, tapi jelas ada sesuatu yang mengganjal.

Alex yang duduk di seberangnya mengangkat alis, lalu tertawa kecil. “Kenapa lo kayak bete gitu?” tanyanya santai sambil memutar gelas di tangannya.

Carlos menghela napas panjang, menyandarkan tubuhnya ke sofa. “Gue udah lima kali gonta-ganti pacar semester ini,” katanya jenuh. “Tapi kenapa nggak ada yang bisa bikin gue puas? Semuanya… hambar. Biasa aja.”

Alex langsung tertawa lebih keras, seolah itu hal yang menghibur. “Sejak kapan lo udah nidurin cewek?” ejeknya. “Pas kuliah doang? Atau dari zaman SMA? Jangan-jangan SMP?”

Carlos mendengus. “Gila aja gue begituan pas SMP,” balasnya cepat. “SMA lah. Gue masih inget pertama kali… gue malah bingung sendiri. Padahal udah sering nonton film biru, tapi pas ngalamin langsung beda.”

Ia berhenti sebentar, lalu tersenyum tipis mengingat masa lalu. “Dan mantan gue itu… ya, bisa dibilang jago. Kayak udah biasa.”

Alex mengangguk pelan, lalu menyandarkan tubuhnya. “Nah itu dia masalahnya,” katanya santai. “Lo kebiasaan sama yang kayak gitu. Yang udah nggak perawan, jadinya nggak ada rasa baru lagi.”

Carlos menoleh, sedikit tertarik. “Terus?”

Alex menyeringai, matanya penuh ide iseng. “Coba lo cari cewek yang perawan,” ucapnya. “Yang belum pernah main-main kayak yang lain. Pasti rasanya beda banget.”

Carlos langsung menggeleng sambil terkekeh. “Nggak mungkin lah. Zaman sekarang mana ada yang kayak gitu? Kalaupun ada, pasti ribet.”

Alex meraih dompetnya, mengeluarkan beberapa lembar uang, lalu meletakkannya di atas meja di antara mereka. “Ayo taruhan,” katanya santai tapi penuh tantangan. “Lo pasti ketagihan.”

Carlos menatap uang itu sekilas, lalu kembali menatap Alex. “Ketagihan apaan?”

“Rasanya,” jawab Alex singkat. “Sensasi yang beda. Bukan cuma soal fisik, tapi saat mulai pertama jebol perawan. Itu yang bikin nagih.”

Carlos terdiam sejenak. Ia mengambil gelasnya lagi, memutar isinya sebelum akhirnya meneguknya perlahan. Matanya tampak berpikir, mengingat-ingat sesuatu.

“Cewek suci, ya…” gumamnya pelan.

Entah kenapa, satu nama langsung terlintas di pikirannya.

Azalea.

Carlos mengerutkan kening, sedikit menggeleng seolah menepis pikiran itu. “Nggak mungkin,” katanya lagi.

Alex memperhatikan ekspresinya dan tersenyum tipis. “Kenapa? Udah kepikiran, kan?”

Carlos tidak langsung menjawab. Ia hanya menyandarkan tubuhnya lagi, menatap keramaian di depan dengan pandangan kosong.

Tiba-tiba, di tengah kerumunan yang padat, muncul sosok yang sama sekali tidak cocok dengan tempat itu. Azalea. Wajahnya terlihat kesal, alisnya berkerut tajam. Ia berjalan cepat, sesekali menghindar dari pria-pria yang mencoba mendekatinya.

“Hey, cantik—”

“Woi, minggir,” potong Azalea dingin tanpa menoleh.

Beberapa pria mencoba menyentuh lengannya, tapi Azalea dengan sigap menepis dan terus melangkah. Pandangannya fokus mencari satu orang.

Dan saat akhirnya ia menemukan Carlos dalam kondisi berantakan seperti itu, kesabarannya benar-benar habis.

Tanpa basa-basi, Azalea mendekat lalu menepak keras kepala Carlos.

Plak!

Carlos mengerjap, sedikit tersentak. “Eh…” gumamnya bingung.

“Ayo pulang!” kata Azalea tegas. “Mama lo udah nyariin dari tadi!”

Carlos menyipitkan mata, mencoba fokus. Begitu mengenali wajah di depannya, ekspresinya langsung berubah.

“Azalea…” katanya lirih, lalu tiba-tiba tersenyum lebar.

Tanpa peringatan, ia langsung merentangkan tangan dan memeluk Azalea erat. “Gendong…” rengeknya manja, suaranya terdengar seperti anak kecil. “Gue capek…”

Azalea langsung mendorong kepalanya dengan kesal. “Ih, apaan sih! Jangan nempel-nempel!” Ia menoyor kepala Carlos pelan, tapi jelas jengkel.

Kini keduanya udah di luar club, Azalea terpaksa membopong Carlos, menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

“Bisa nggak sih lo jalan yang bener?” gerutunya.

Carlos hanya menggumam tidak jelas, kepalanya hampir jatuh ke bahu Azalea.

Azalea menghela napas panjang, lalu mengangkat tangan mencoba menghentikan taksi yang lewat. “Taksi!” panggilnya beberapa kali.

Namun satu per satu kendaraan berlalu tanpa berhenti.

“Duh, kenapa sih penuh semua…” keluhnya kesal.

Di saat yang sama, Carlos mulai kehilangan keseimbangan. Tubuhnya oleng ke samping, dan sebelum Azalea sempat mengantisipasi Carlos jatuh, dan tanpa sengaja menarik Azalea bersamanya.

Azalea tidak sempat menahan diri. Tubuhnya ikut terjatuh, tepat di atas Carlos. Untuk sesaat, dunia terasa diam. Wajah mereka sangat dekat. Dan tanpa disengaja, bibir mereka bertemu.

Azalea membeku, matanya melebar. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Carlos pun terdiam, meski kesadarannya samar, ia tetap merasakan momen itu.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Notes

10
100%(213)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
213 Notes · 213 commentaires
Écrire une critique

commentairesPlus

Cleo Voltra
Cleo Voltra
ayo kalian nikah ajaa seperti kata papi tommy. cewe tomboy sama cowo tengil, menarik nihh wkwk
2026-06-26 22:21:53
0
0
Nisa Hikaru
Nisa Hikaru
suka sama karakter Azalea ♡
2026-06-26 07:18:03
0
0
Airi
Airi
lucu banget plis pas azalea mukul carlos pake bantal wkwk. aku kira azalea bakal nonjok carlos pake tangan kosong. lucu banget interaksi mereka. pliss thor banyakin interaksi kayak giniii
2026-06-25 21:38:27
0
0
Razi Maulidi
Razi Maulidi
cerita yang keren.... alurnya bagus banget. semangat up kkak...
2026-06-25 20:36:19
0
0
Manissss
Manissss
keren banget ceritanya.. ternyata carlos....
2026-06-13 17:53:22
0
0
82
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status