Juki merasakan sesuatu yang langsung membuat pria itu teringat akan istrinya. Ya, apa yang disentuhnya itu memang sama rasanya saat ia sedang menyentuh istrinya. Empuk dan lembut. "Katakan, Juki! Bagaimana? Apa yang kamu rasakan, hmmm?" bisik Nadine yang membiarkan tangan Juki menyentuh dan meraba asetnya yang paling berharga. "Waduh! Kenapa rasanya persis sekali dengan milik istriku. Ah, sial!" umpat Juki dalam hatinya. "Astagpiruloh, enggak, enggak! Ini tidak boleh!" Spontan, Juki menarik tangannya dari sana. Pria itu terlihat panik dan takut. "Kenapa, Juki?" tanya Nadine heran. "Maaf, Bu Nadine. Tidak seharusnya saya melakukan itu pada Anda. Saya memang salah. Tapi saya sudah punya istri. Saya bersedia untuk bertanggung jawab, tapi jujur saya tidak akan pernah tertarik pada wanita lain. Hanya istri saya yang ada di hati!" ucap Juki dengan tegas. Mendengar itu, Nadine semakin bahagia. Kali ini ia tidak akan pernah melepaskan pria itu lagi dan penyamarannya harus diakhi
Read more