Nadine tidak peduli. Ia tahu itu adalah suaminya sendiri meskipun Juki menganggapnya orang lain. Kaki jenjangnya terus berjalan ke arah Juki yang terlihat panik sambil berjalan mundur. Setelah berada di depan pria itu. Spontan Nadine melingkarkan tangannya pada leher Juki yang kokoh. "Bu Nadine, jangan gini, Bu! Nggak boleh, nanti ada yang lihat!" seru Juki sambil melepaskan tangan Nadine. "Kenapa? Kenapa aku nggak boleh merangkul kamu, Juki?" jawab Nadine dengan tatapan matanya yang mesra. "Ya, karena kita bukan muhrim, Bu. Dosa, nggak boleh!" jawab Juki lagi. Wajah polosnya semakin membuat Nadine gemas. "Dosa? Tapi... dosa yang sudah kita lakukan tadi itu sangat indah, Juki. Aku suka gayamu yang sangat perkasa!" kata Nadine seraya melirik ke arah dada Juki sambil mengigit bibirnya. Juki semakin panik, jika Nadine bicara seperti itu, artinya wanita itu sadar jika dirinya lah yang bercinta dengannya di hotel. "Mak-maksud Bu Nadine apa!" "Ayolah, Juki. Jangan pura-pura
Leer más