“Bayangan itu menyerupai sosok berpakaian hijau, tapi wujudnya samar, Bang. Baik wajah maupun bentuk tubuhnya sama sekali tidak jelas,” aku Diana, sepasang matanya yang indah tampak diselimuti ketakutan yang mendalam.“Apakah makhluk itu mengganggumu secara fisik?” tanya Bhaskoro lagi, firasatnya kian tidak enak dan dia juga mulai menduga-duga, apakah tebakannya benar, kalau siluman itu mulai ganggu kehidupan wanita jelita ini.“Secara fisik tidak, Bang. Hanya saja, kehadirannya seolah sengaja meneror mentalku setiap saat,” kata Diana sembari merapatkan kedua telapak tangannya yang dingin.“Diana, jika kamu memiliki jimat penghalau atau pengusir roh halus, saran aku gunakan sekarang juga. Pengganggu itu bukan entitas biasa,” kata Bhaskoro memperingatkan, membuat Diana kontan terdiam seribu bahasa.Sial, siluman satin hijau itu tidak hanya menuntut tumbal di Sukarami, dia juga mulai menebar jaring terornya ke kota kecamatan ini, batin Bhaskoro geram menahan ngeri.“I-iya, Bang. Terima
Terakhir Diperbarui : 2026-06-05 Baca selengkapnya