Bhaskoro tak punya pilihan selain menuruti setiap kehendak ‘Dewi Ramita’. Seolah ada kekuatan tak kasat mata yang mengendalikan persendiannya.Tubuhnya bergerak sendiri mendekat, sementara aroma khas yang manis, pekat, dan memabukkan itu menyergap hidungnya, langsung membuat darahnya mendidih.Hawa panas menjalar cepat dari ulu hati hingga ke ubun-ubun, mengaburkan nalar, dan membangkitkan gairah yang selama ini ia pendam rapat.Namun, ia tersentak saat kepalanya ditarik paksa ke bawah. Mata terpejam rapat, ia merasakan benda lunak, lembut, dan bergetar halus yang tadi menyentuh bibirnya.Bhaskoro mau tak mau ikuti kemauan ‘Dewi Ramita’ untuk menguas benda lunak berair yang beraroma khas ini.Desahan lembut terdengar, desahan yang khas dari seorang wanita yang sedang menikmati foreplay yang memabukan."Arghhh....teruskan Bhaskoro, jangan berhenti," terdengar suara serak menahan nafsu yang tertahan dan kini mulai lepas.Otomatis alam bawah sadar Bhaskoro ikutan bergerak, nafsunya pun mu
Read more