“Udah dong… perih tau,” bisik Hana cemberut, napasnya masih agak terengah. “Kamu kok lama banget sih mainnya? Baru juga istirahat, udah mau minta jatah lagi.”Lintang yang masih setengah menindih tubuh istrinya tersenyum miring. Dia sengaja menggesekkan kejantanannya yang masih tegang keras ke paha dalam Hana.“Yah… lihat dong, sayang. Masih nga-ceng. Milik kamu sih, masa minum jamu sari rapet mulu dari mami mertua, kan jadi kayak perawan terus, sayang…”Rayuan itu dilontarkan dengan nada manja sekaligus nakal. Tapi Hana tetap keukeuh. Dia menggeleng tegas, lalu mendorong dada Lintang pelan. “Nggak. Udah cukup malam ini. Aku masih perih.”Tidak lama kemudian, Hana membalikkan tubuh, memunggungi Lintang, dan menarik tangan suaminya untuk melingkari pinggangnya.Dalam hitungan menit, napasnya sudah teratur. Dia tertidur pulas sambil tetap memeluk lengan Lintang.Lintang hanya bisa menghela napas panjang, lalu menggaruk-garuk kepala yang sama sekali tidak gatal. “Ya deeeh udaaaah… nant
Leer más