“Hiks... hiks... dasar keturunan Sanjaya! Setelah keturunan Palijau dia sikat, sekarang cucu keturunan Palijau pun dia dekati!”Nenek tua itu mengarahkan tongkat berkepala serigalanya kepada Lintang, lalu menatap Naura dengan sorot mata penuh teguran sekaligus marah.“Heh, Naura! Kamu ini benar-benar memalukan keturunan Palijau. Mau-maunya tubuhmu yang indah, yang bahkan mirip denganku ketika masih muda, menjadi permainan anak keturunan Sanjaya ini, mana sih harga dirimu?!”Naura semakin mengkerut ketakutan.“T-tapi... aku dan Lintang saling mencintai!” jawabnya gugup.Lintang segera menyela dengan suara tenang. “Nenek, aku memang mencintai Naura. Dan aku akan bertanggung jawab kepadanya, kami bahkan akan menikah muda kok. Jadi jangan menuduh sembarangan.”“Ihh masa nikah muda, kan aku mau kuliah dulu?” protes Naura tiba-tiba.“Kan tak apa, menikah, lagian masa kita bikin dosa mulu, kan kita sama, suka spanning tinggi kaleee…?” sahut Lintang enteng.“Huhhh dasarrr…suka-suka kamulah!” s
続きを読む