“Kamu… sudah yakin?” bisik Lintang, suaranya rendah dan serak. Kedua lengannya melingkar pelan di pinggang Sofia, menarik tubuh aduhai itu mendekat hingga dada mereka saling menempel.Sofia mendongak, matanya berkedip nakal. “Hemmm… kalau kamu ragu, ya sudah. Aku keluar dari kamar mewahmu ini…” katanya pura-pura merajuk, bibirnya maju sedikit.Lintang tentu saja tidak mau melepaskannya. Ia langsung memeluk lebih erat, hampir menahan napas Sofia.Tanpa ragu, ia menunduk dan memagut bibir ranum itu dengan lapar. Ciuman pertama masih agak lembut, tapi segera berubah dalam dan menuntut. Lidahnya menyusup masuk, menari agresif, sementara tangannya mulai bergerilya naik ke dada Sofia.Buah dada kenyal itu langsung menjadi sasarannya. Lintang meremas pelan, lalu semakin kuat, memijat gumpalan lembut di balik kain tipis. Desahan panjang langsung lolos dari bibir Sofia, suaranya serak dan penuh nafsu.“Ahh… Lintang…”Tanpa diminta, Sofia malah membantu. Ia menarik kaos luarnya sendiri ke atas k
続きを読む