“Malam ini gue telepon bokap. Lo dan Pak Dev bisa ikut acara lamaran gue, kan? Keluarga gue nggak banyak, jadi biar nggak sepi-sepi amat, ikut, ya. Please.””Iya, iya. Nanti gue datang.” Naila lalu menoleh pada Devan yang kini sibuk dengan ponselnya, “kamu ngapain, Mas?””Chat Om Hadi, bilangin malam ini ke Jakarta, aku pesanin tiket. Aku bilang anak cowoknya ngamilin cewek.””Pak! Buset!”Naila tertawa keras, sementara Devan menyeringai, ia menunjukkan layar ponselnya yang meminta Hadi, Mulan dan juga Meiska ke Jakarta malam ini juga. Devan juga segera memesan tiket pesawat untuk mereka.”Pak, astaga, bapak saya nanti jantungan.””Nggak, jantung Om Hadi baik-baik aja.” Devan terkekeh puas melihat wajah pucat Agus, terlebih saat ponsel yang Agus letakkan di atas meja bergetar dan nama ‘Bokap’ tertera di layarnya.”Mampus,” gumam Agus segera mengangkat panggilan itu, “halo, Pa.””KAMU HAMILIN CEWEK? AGUSTIAN NUGROHO, KAMU BENERAN NGAMILIN CEWEK?!
Read more