”Baik bener Ibu Bos yang satu ini,” sambar Gabriel untuk segera mengintip isinya, ada banyak coklat mahal dari Prancis yang jelas tidak dijual di Indonesia, Gabriel membaginya satu persatu dengan rata kepada seluruh penghuni lantai dua puluh.“Makasih, Bu Naila,” ucap salah seorang junior Naila, “nggak pernah ke Prancis, tapi lumayan bisa makan coklat dari sana.””Please, panggil gue kayak biasa, jangan Ibu, deh. Geli dengernya.”“Nanti Pak Dev marah, nggak?””Nggak, tolong jangan panggil gue Ibu, gue berasa tua.”Para junior wanita itu terkikik geli, kali ini lebih santai menatap Naila, tadinya semua merasa segan karena posisi Naila bukan hanya karyawan biasa lagi. “Gimana honeymoon-nya, Mbak? Seru banget keliling Eropa, gue intip postingan Pak Dev, isinya foto Mbak Nai semua, foto Pak Dev nyaris nggak ada kalau bukan foto berdua,” tanya mereka dengan malu-malu.Naila hanya tertawa, “kayak yang kalian lihat di postingan suami gue,” jawabnya dengan nada santai.”Ciyeee, suami,” goda
Read more