”Kakak nggak mau balik kerja lagi?” Naila menatap Almeera lekat.Wanita itu menggeleng, “nggak, nyamannya begini aja, ngurus bisnis sambilan IRT, biar anak-anak full dapat masa kecil sama orang tuanya, papa mereka udah sibuk, Kakak nggak mau ikutan sibuk juga.”Naila mengangguk kecil, ia melihat anak-anak Almeera tumbuh dengan sangat baik, cerdas dan berperilaku sopan, menandakan bahwa celengan cinta mereka terpenuhi dengan baik. “Tapi kalau nanti kamu mau kerja dan nggak mau jadi IRT, aku nggak apa-apa kok, Sayang.” Devan tiba-tiba menggoda.”Ngomong apa, sih,” jawab Naila sambil memasukkan biskuit ke mulut pria itu, “makan aja, nih. Nggak usah ngelantur.”Devan tertawa dengan biskuit di mulutnya tapi kemudian ia tersedak dan terbatuk-batuk.”Tuh, kata Mama nggak boleh makan sambil rebahan, jadinya keselek, kan?” Vella menatap pamannya sambil geleng-geleng kepala.”Iya, tuh, Vel. Uncle kamu emang nakal,” timpal Naila.Devan terbatuk sambil menahan tawa, mengulurkan tangan untuk meng
Read more