Naila sedang menunggu flat white-nya bersama Agus, Edo dan Gabriel. ”Gue nggak tidur mikir revisian semalaman, memang anjing tuh bos,” umpat Agus dengan wajah kusut. ”Yang nyuruh lo mikir semalaman siapa? Tidur, makanya,” sahut Naila. ”Masalahnya kalau proyek ini dilempar ke tim lain, hilang harapan bonus gede, lo nggak mau bonus gede, apa?” ”Mau, sih.” ”Gue butuh banget,” timpal Edo, “kayaknya sekarang semua kerjaan yang menghasilkan duit bakal gue embat tanpa pikir panjang.” ”Gigolo tuh, gampang ngasilin duit,” sahut Gabriel. Semuanya tertawa kecuali Edo. ”Anjing, tunggu aja cewek lo bunting, baru lo ngerasain yang gue rasain.” ”Stok kondom gue nggak pernah kurang,” balas Gabriel. ”Jadi gigolo bos aja, siapa tahu bisa bikin lo dipromosikan,” ujar Agus. ”Kalau dia butuh boti, gue siap mengajukan diri, gue bisa jadi boti, bisa jadi straight, tergantung kondisi.” Gabriel menyeringai lebar yang membuat ketiga temannya menoyor kepalanya. ”Ssstt, si bos tuh,” Edo me
Last Updated : 2026-05-25 Read more