"Kiana?"Kiana menoleh ke arah Rehan yang ternyata baru saja turun dari lantai paling atas, ruangan Arkan."Kak Rehan?" Kiana tersenyum manis."Ngapain kamu di sini, Kiana?" tanya Rehan."Aku... aku bawakan bekal makan siang untuk Tuan Arkan," ujar Kiana sambil memperlihatkan nampan bekal yang dia bawa.Rehan menatap wanita itu dengan lembut. Namun, dahinya tiba-tiba berkerut. "Tunggu, kok kamu manggil Arkan dengan sebutan Tuan? Dia kan suami kamu, Kiana?"Kiana langsung bingung bagaimana untuk menjelaskan hal tersebut."Nona Kiana sudah datang?" tanya Leo bersikap sopan sembari menghampiri lebih dekat.Beruntung, Leo datang tepat waktu dan langsung memotong pembicaraan mereka."Iya. Tuan Arkannya ada?" tanya Kiana."Iya, ada. Tuan Arkan ada di lantai atas. Ayo, saya akan mengantar Anda, Nona," ucap Leo."Baik." Kiana menoleh ke arah Rehan. "Kak Rehan, aku pamit ke atas dulu ya," pamit Kiana."Oke." Rehan tersenyum, dan tampak kekecewaan dari sorot matanya.Kiana pun langsung pergi me
Last Updated : 2026-07-16 Read more