BAB 112POV JEVANAku baru saja keluar dari ruang rapat ketika melihat beberapa anggota berdiri di depan ruang istirahat. Mereka tampak saling berpandangan, seolah baru saja menyaksikan sesuatu yang tidak ingin mereka ikut campuri. Dari dalam ruangan, suara kursi bergeser terdengar cukup keras, disusul langkah kaki yang terburu-buru mendekati pintu.Kiara muncul beberapa detik kemudian. Wajahnya masih terlihat kesal, tetapi begitu melihat beberapa pasang mata tertuju kepadanya, ekspresinya langsung berubah. Ia menundukkan kepala, mengusap sudut matanya, lalu berjalan melewatiku tanpa mengatakan apa pun."Kiara."Langkahnya berhenti sebentar. Ia menoleh dengan mata yang kembali terlihat berkaca-kaca, seolah bentakan yang baru saja terjadi sama sekali tidak pernah keluar dari mulutnya. "Aku mau sendiri dulu, Om."Aku sempat ingin menahannya, tetapi Kiara sudah lebih dulu berjalan menjauh menuju lorong. Dari cara bahunya sedikit bergetar, aku justru mengira dia masih belum benar-benar pu
Read more