POV KIARA"Mama harus tahu..."Hanya kalimat itu yang terus berputar di kepalaku sejak Komandan Rakabumi mengatakan operasi penangkapan akan dilakukan malam ini.Aku menundukkan kepala, berpura-pura masih sibuk mengusap air mata. Dari sudut mataku, kulihat Om Jevan dan anggota kepolisian lainnya kembali membahas tumpukan berkas di atas meja. Tidak ada lagi yang memperhatikanku. Mereka menganggap aku hanya seorang gadis yang masih trauma setelah hampir diculik.Kalau aku tetap berada di sini, malam nanti semuanya akan terlambat.Mama harus tahu. Nyonya Luan juga harus tahu.Tapi bagaimana caranya?Aku menggigit pelan bibir bawahku sambil mengepalkan kedua tangan di atas pangkuan. Ponselku sudah lama tidak ada. Semua jalur komunikasi denganku diputus sejak semalam. Bahkan kalau sekarang aku nekat keluar dari kantor polisi, Om Jevan pasti langsung mengejarku.Sial...Seketika aku langsung menyesal datang ke sini. Tapi jika tidak, aku tak akan tahu kalau polisi sudah bertindak sejauh ini.
Read more