Sudah jam tujuh pagi, Kiara masih tertidur pulas memunggungiku, tubuhnya masih polos tertutup selimut. Kupandangi wajahnya yang jelita, leher dan dadanya yang penuh bekas cupang, dan rambutnya yang sedikit berminyak.“Cantik sekali,” gumamku. “Luar biasa.”Sialnya, isi kepalaku malah bergeriliya ke mana-mana, membandingkan Bianca dan Kiara dari segi kehebatan di ranjang, tapi aku juga penasaran dengan hal lain... bagaimana dengan Celine?Ponselku berdering, sebuah pesan dari Nadira membuatku harus buru-buru memakai seluruh pakaianku. Kukecup kilas dahi dan pipi Kiara lalu kutinggalkan begitu saja.“Hallo, Nad? Ada apa?”“Kamu di mana? Bisa jemput aku di hotel? Komandan Rakabumi ngajak diskusi jam setengah sembilan di markas,” katanya.“Ok, aku ke hotel.”“Kamu dan Bianca sudah berbaikan?”“Belum, tapi tenang aja, aku dan Bianca pasti baik-baik aja.”“Syukurlah. Kalau dia gak mau baikan, kamu pake aja badannya.” Nadira tertawa.Aku hanya tersenyum, tidak mungkin bilang kalau semalam te
最終更新日 : 2026-05-19 続きを読む