Riven tidak berhasil mengejarku.Hanya selisih beberapa detik. Begitu aku masuk ke mobil, dia baru berlari keluar dari gedung. Dia mengejar mobilku cukup lama, sampai akhirnya kehabisan tenaga dan berhenti. Setelah itu, dia terus-menerus meneleponku.Aku tidak mengangkatnya.Kemarin, kami sudah resmi mengambil surat cerai.Aku bilang hari ini setelah selesai mengadakan pernikahan, kami baru pergi mengambil surat nikah lagi supaya kebahagiaan datang berpasangan.Dengan bodohnya, dia percaya pada ucapanku.Namun saat itu, aku tidak merasakan kegembiraan karena berhasil menipunya. Yang ada hanyalah kehampaan tanpa akhir.Saat berbaring di meja operasi dan benar-benar ingin mati, aku mendengar dorongan dari psikologku.Di masa terapi dulu, dia pernah menyadari ketergantunganku terhadap Riven lalu dengan halus mengingatkanku, tetapi aku tidak percaya. Sampai akhirnya aku benar-benar berbaring di meja operasi dan mendengar kata-katanya lagi, suasana hatiku berubah total.Saat itu, alasan yan
더 보기