Api cemburu dalam diri Riven akhirnya benar-benar meledak.Setelah itu, setiap menit dan setiap detik, semua tindakan dan perhatian kecil Kiara terasa seperti provokasi baginya.Semakin mencintai, semakin sakit. Semakin sakit, semakin membenci.Apalagi, Queena terus-menerus menceritakan masa lalu Kiara dan Javer kepadanya, sambil membisikkan hasutan, "Apa kamu nggak merasa ini nggak adil? Kamu mencintai Kiara selama itu, tapi dia baru memilihmu setelah nggak punya pilihan lain. Kalau aku jadi kamu, aku pasti balas dendam."Pesan berikutnya yang dikirim Queena adalah foto vulgar dirinya.Dengan bodohnya, Riven datang memenuhi undangan itu.Bahkan saat pulang, dia masih sempat membelikan kue kecil favorit Kiara. Dia ingat psikolog pernah mengatakan bahwa makan makanan manis secukupnya bisa membantu suasana hati. Namun saat melihat senyum manis Kiara ketika memakan kue itu, hati Riven malah merasa hambar.Kenapa?Kenapa dirinya begitu menderita demi Kiara, sementara Kiara sama sekali tida
Read more