LOGINDalam perjalanan pulang setelah mengambil surat nikah, Riven tiba-tiba berkata, "Aku selingkuh." Dia menunjuk kursi penumpang di bawahku, lalu tersenyum kejam. "Kemarin dia duduk di sini sambil nyium aku. Pakaiannya seksi sekali. Aku nggak bisa nahan diri, jadi aku tidur sama dia." Untuk kedua kalinya, aku dikhianati. Aku terpaku di sana, begitu sakit sampai tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Namun, Riven malah terlihat masih tenggelam dalam kenangan itu. "Sekarang aku jadi bisa memahami Javer. Queena memang lebih punya pesona wanita dibanding kamu." Javer adalah mantan suamiku, sedangkan Queena adalah sahabatku dulu. Lima tahun lalu, aku memergoki mereka berdua di ranjang yang sama. Saat hidupku terasa hancur dan tak ada harapan, Rivenlah yang menyelamatkanku. Namun sekarang, dia juga mengkhianatiku demi wanita yang sama.
View MoreRiven tidak berhasil mengejarku.Hanya selisih beberapa detik. Begitu aku masuk ke mobil, dia baru berlari keluar dari gedung. Dia mengejar mobilku cukup lama, sampai akhirnya kehabisan tenaga dan berhenti. Setelah itu, dia terus-menerus meneleponku.Aku tidak mengangkatnya.Kemarin, kami sudah resmi mengambil surat cerai.Aku bilang hari ini setelah selesai mengadakan pernikahan, kami baru pergi mengambil surat nikah lagi supaya kebahagiaan datang berpasangan.Dengan bodohnya, dia percaya pada ucapanku.Namun saat itu, aku tidak merasakan kegembiraan karena berhasil menipunya. Yang ada hanyalah kehampaan tanpa akhir.Saat berbaring di meja operasi dan benar-benar ingin mati, aku mendengar dorongan dari psikologku.Di masa terapi dulu, dia pernah menyadari ketergantunganku terhadap Riven lalu dengan halus mengingatkanku, tetapi aku tidak percaya. Sampai akhirnya aku benar-benar berbaring di meja operasi dan mendengar kata-katanya lagi, suasana hatiku berubah total.Saat itu, alasan yan
Selama masa itu, karena Kiara bersikeras ingin membangun kembali hubungan mereka dari awal, mereka terus tidur di kamar terpisah.Suatu hari, Kiara membawa sepiring mangga potong ke samping Riven yang sedang bekerja sambil tersenyum manis. "Riven, kayaknya aku ingat sesuatu."Riven terdiam, ekspresinya sulit ditebak apakah senang atau takut. "Aku ingat kamu paling suka makan mangga. Setiap hari sebelum pulang kerja, kamu selalu menelepon dan menyuruhku menyiapkan sepiring buatmu."Kalimat itu seperti seember air dingin yang menyiram kepala Riven dan membekukan darahnya.Yang suka mangga adalah Javer.Yang diingat Kiara adalah kebiasaannya bersama Javer.Melihat Riven tidak bicara, Kiara tampak curiga. "Kenapa nggak dimakan? Jangan-jangan aku salah ingat? Tapi aku ingat suamiku memang suka makan ini. Masa aku punya suami lain?""Tentu nggak ada! Itu aku, memang aku yang suka. Aku cuma terlalu senang sampai bingung harus bagaimana."Untuk membuktikan bahwa dirinya memang menyukai mangga,
Buku nikah dalam kondisi seperti itu tentu membuat Kiara tidak puas.Entah kenapa, setelah kehilangan ingatan, sifat Kiara juga berubah jauh lebih galak. Semua benda yang masih bisa dia angkat dilemparkannya ke arah Riven sambil menangis marah, "Kamu bahkan nggak bisa menjaga buku nikah kita dengan baik! Kamu sama sekali nggak cinta aku! Aku mau cerai!"Kata cerai langsung membuat Riven panik. Dia bahkan berlutut sambil menjelaskan, "Ini salahku. Tapi kita bisa bikin ulang. Kali ini aku pasti akan menyimpannya baik-baik. Percaya sama aku, ya?"Akhirnya, setelah Riven berkali-kali berlutut memohon dan mentransfer uang ratusan juta kepada Kiara tanpa syarat.Pada hari Kiara keluar dari rumah sakit, dia akhirnya setuju untuk pergi membuat ulang buku nikah bersama Riven. Namun saat masuk mobil, Kiara malah duduk di kursi belakang.Mengingat Kiara biasanya mabuk perjalanan jika duduk di belakang, Riven tersenyum lalu berkata, "Sayang, kamu lupa ya kalau duduk belakang bikin kamu mabuk?"Kia
Kiara baru sadar pada hari ketiga setelah operasinya berhasil.Begitu melihatnya membuka mata, Riven yang menjaga di samping ranjang selama tiga hari tiga malam langsung berdiri dan bertanya tanpa henti, "Kiara, kamu sudah sadar? Ada bagian tubuh yang nggak nyaman?"Kiara sedikit tertegun. Tangan yang bersembunyi di balik selimut perlahan mengepal erat.Beberapa saat kemudian, dia menggeleng bingung lalu bertanya, "Kamu siapa?"Riven terpaku sesaat, lalu kegembiraan besar langsung memenuhi dadanya.Selama menunggu Kiara sadar, dia sudah berkali-kali menyusun permintaan maaf dan penjelasan di kepalanya. Dia bahkan sudah siap mengejar Kiara dari awal lagi. Namun, dia sama sekali tidak menyangka Kiara akan kehilangan ingatan dan melupakan semuanya.Sebaliknya, itu malah memberinya kesempatan untuk memulai kembali. Dia menahan kegembiraan dalam hatinya lalu berkata, "Aku suamimu. Minggu lalu kita baru mengambil surat nikah dan akhir bulan ini kita akan mengadakan pernikahan."Riven berhent






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews