Arjuna terdiam sejenak, mencoba mencerna apa yang dimaksudkan oleh ayah mertuanya.Dia melirik sebentar ke arah para suster yang sedang melihat ke arahnya dalam kepanikan, lalu kembali melihat ke arah Agus.“Pak, kita ke ruangan saya aja ya. Nanti saya jelaskan di sana,” ucap Arjuna sopan.“Tapi ... Dokter, apa Nadira ....” Agus tidak sanggup lagi meneruskan ucapannya.Arjuna mengangguk. “Kita ke ruangan saya ya, Pak.”Agus menatap pria yang pernah menolongnya itu. Tatapan penuh kebingungan dan kerapuhan.Arjuna menganggukkan kepalanya pelan. Dia kemudian membantu Agus berdiri sambil terus memeganginya.“Masih bisa berjalan, Pak? Atau perlu pakai kursi roda?” tanya Arjuna.Agus menggeleng. “Gak usah, Dok. Saya masih bisa jalan,” jawab Agus setelah dia sanggup menguasai emosinya.Arjuna mengangguk. Di kemudian mengajak ayah mertuanya itu berjalan menuju ke lift, untuk menuju ke ruang kerjanya.Para suster yang tadi sedang menggunjingkan Nadira tanpa sadar ada ayah Nadira di sana, kini
더 보기