“Apa ini?” tanya Arjuna sambil melihat ke kertas putih di atas meja.“Apa ini, Wis?” tanya Raka yang juga ikut penasaran.Tangan Raka langsung meraih kertas itu. Dia langsung membukanya, demi memuaskan rasa penasarannya.Kening Raka mengerut saat dia melihat apa yang ada di tangannya. Dia kemudian memberikan pada Arjuna, agar pria itu juga dapat melihatnya.“Wis, punya siapa itu?” tanya Raka.“Sinta,” jawab Wisnu.“Sinta??” Raka kaget.Arjuna meletakkan kembali kertas di tangannya. “Siapa dokternya?” tanya Arjuna.“Dokter Wira. Dia ngadep aku kemaren. Dia mau ketemu kamu tapi ragu. Dan dia serahkan ini ... buat kamu, Jun.” Wisnu menjelaskan semuanya.Raka menoleh ke Arjuna. “Jun,” panggil Raka yang tidak tahu harus menanyakan apa.“Aku udah tau. Jauh sebelum ini. Beberapa bulan setelah kami menikah,” jawab Arjuna.“Haa?? Serius lu, Jun?”“Hmm. Waktu itu aku udah bilang ke dia kalo dia masih bisa lakukan pengobatan. Tapi dia hak pernah mau. Katanya sibuk.”“Dan sekarang dia hampir kehi
더 보기