LOGIN“Tidurlah dengan suamiku… dan lahirkan anaknya untuk kami.” Kalimat itu menghancurkan hidup Nadira dalam satu malam. Demi biaya operasi ayahnya, Nadira menerima pernikahan rahasia dengan Arjuna Mahendra—pria dingin yang sudah memiliki istri sempurna. Mereka sepakat: menikah, punya anak, lalu bercerai setelah bayi itu lahir. Tanpa cinta. Tanpa perasaan. Tapi semuanya menjadi rumit saat Arjuna mulai bersikap seperti suami sungguhan—melindunginya, cemburu, bahkan tak rela Nadira disentuh pria lain. Dan yang paling menyakitkan… Wanita yang meminta Nadira tidur dengan suaminya sendiri perlahan mulai menyesal telah menghadirkan orang ketiga di rumah tangganya.
View More“Arjuna?” tanya Dokter Ira.“I-iya, Dok,” jawab Nadira sedikit panik.Tidak ada jawaban. Dokter Ira segera menulis nama suami Nadira di kolom yang masih kosong.Dokter itu kembali melihat ke Nadira. “Selama hamil ada keluhan?”Nadira menggeleng. “Tidak ada, Dok. Tapi kan saya kerja dan kerjaan saya juga lebih banyak menggunakan fisik. Berdiri. Bisa resepkan obat untuk menguatkan kandungan, Dok?”“Oh bisa. Kerjanya apa emang, Bu?”“Dokter. Dokter bedah.”Dokter paruh baya itu segera melihat ke arah Nadira. Dia seperti orang yang ingin mengenali Nadira sebagai rekan sejawat, bukan sebagai pasien.Tapi karena Nadira memang tidak bekerja di tempat ini, Dokter Ira tentu tidak mengenalnya.“Dokter bedah ya. Jangan terlalu ambil banyak operasi dulu ya selama hamil. Takutnya nanti perutnya kontraksi kalo terlalu tegang. Kan kalo dokter bedah biasanya operasinya lama dan sulit,” pesan Dokter Ira.“Baik, Dok.”“Baik, mari kita periksa dulu keadaan dedeknya.”Nadira mengangguk mengerti. Dia mele
Arjuna dan Nadira duduk berhadapan. Mereka sudah memesan makanan yang ingin mereka santap saat ini.Aroma wangi dari penggorengan membuat Arjuna menoleh. Produksi air liurnya meningkat karena dia sudah sangat ingin mencoba lele goreng itu.Nadira tersenyum melihat suaminya. Dia menunduk sambil mengusap perutnya yang tiba-tiba ikut lapar.“Ini langganan ayah. Biasanya jam segini udah abis, Dok. Mungkin karena tadi hujan, jadi pembelinya agak sepi,” ucap Nadira memecah keheningan.Arjuna melihat istri mudanya. “Ayahmu?”Nadira mengangguk. “Iya. Saya kalo abis dinas siang, sebelum pulang mampir sini dulu. Beli buat sarapan pagi.”Arjuna tidak menjawab. Dia melihat ke arah istri mudanya cukup lama.“Nad, ayahmu tau soal kita?” tanya Arjuna.Senyum Nadira yang tadi mengembang, mendadak hilang. Dia teringat pembicaraan suaminya dengan kedua temannya di malam itu.Nadira menundukkan kepalanya. Dia melihat ke perutnya yang sebentar lagi pasti akan segera membesar dan tidak bisa dia sembunyik
“Apa itu, Dok?” tanya Nadira ingin tahu.“Nanti saja. Nanti saya jemput setelah jam dinasmu,” jawab Arjuna.Nadira mengangguk. “Baiklah. Kalo gitu saja permisi dulu, Dok. Oh ya, sekali lagi makasih, Dok,” ucap Nadira sambil menunjukkan tas sepatu barunya.“Hmm.”Arjuna kembali melihat layar laptopnya. Dia mengecek semua rekam medis pasiennya hari ini karena sebentar lagi dia harus melakukan jam kunjungan pasien.Nadira meninggalkan ruang kerja suaminya dengan senyum yang merekah. Dia sangat senang karena ini kedua kalinya dia mendapat hadiah dari suaminya.Dia sama sekali tidak menyangka kalau Arjuna perhatian kepadanya.Karena dilakukan diam-diam, semua terasa sangat manis.Sebelum mencari Maya di UGD, dia kembali lagi ke ruang dokter. Nadira menyusun sepatu kerjanya di loker baju gantinya.Nadira menyingkirkan sepatu lamanya dan memasukkan ke dalam tas, untuk dia bawa pulang.Nadira menatap dua pasang sepatu barunya. Tangannya meraih scrup pemberian Arjuna yang tergantung di sana.“
“Obat apa itu?” tanya Ayu saat dia melihat ada strip obat di dekat tas Nadira.Nadira langsung membuka matanya. Menyadari ada Ayu berdiri di depannya, tangannya langsung mendorong masuk obatnya ke dalam tasnya.Nadira berdiri tegak. “Cuma obat pusing, Kak,” jawab Nadira sambil menegakkan punggungnya.“Obat pusing? Tapi kok kayak—““Saya lagi gak enak badan. Maaf, saya masih ada kerjaan!”Nadira langsung membereskan barangnya dan memasukkannya lagi ke dalam lemari miliknya.Nadira malas meladeni Ayu yang pasti akan mencari-cari kesalahannya lagi.Nadira masuk ke ruang ganti, mengganti baju operasinya dengan scrub dinasnya.Ayu duduk di meja kerjanya. Tatapannya masih tertuju ke lemari penyimpanan, tepatnya di lemari milik Nadira.Dia masih penasaran dengan obat yang tadi sempat dia lihat di tas Nadira.“Kayaknya tadi itu obat mual deh. Bungkusnya hampir sama. Ach, kenapa aku tadi gak liat nama obatnya ya,” geram Ayu yang tidak sempat melihat nama obat tadi karena posisinya tidak tepat.
Sinta berdiri membeku di ambang pintu. Senyumnya perlahan mulai memudar melihat pemandangan di depannya.Tatapannya terpaku pada Arjuna dan Nadira yang masih berdiri berpelukan seperti pasangan sejati.Melihat Sinta masuk, Nadira langsung mendorong badan suaminya. Wajah wanita itu langsung pucat, m
“Mas,” panggil Sinta lembut merayu.Sinta menggerakkan badannya perlahan, mencoba menarik perhatian suaminya.Jemari lentiknya juga berusaha membangkitkan gairah liar Arjuna yang sangat dia rindukan.Jari-jari lentik dengan cat kuku merah terawat itu berjalan pelan dari pangkal paha Arjuna sampai k
Tangan Nadira mengusap lembut punggung tangan ayahnya. Tangan yang biasanya memberinya banyak kehangatan dan perlindungan, kini harus terbaring lemah tak berdaya. Nadira menatap kulit wajah ayahnya yang pucat. Tampak sekali kelelahan menahan sakit yang sewaktu-waktu bisa mengambil nyawanya. Tanpa t
“Nadira?” Arjuna tertawa mendengar nama dokter koas itu disebut. Namun sedetik kemudian, tatapan Arjuna kembali tajam. Tatapan mematikan Arjuna yang membuat Sinta sedikit takut saat melihatnya. “Apa kamu mau hancurkan hidup orang lain buat keegoisanmu, Sinta?!” Suara Arjuna terdengar sangat dal






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews