“Nad, kamu kenapa?” tanya Arjuna panik saat melihat istri mudanya merintih kesakitan.“Sakit, Dok. Kram.”Nadira memegangi perutnya sambil merintih. Badannya sampai melengkung menahan sakit.“Luruskan kakimu! Rebahan!”Arjuna langsung mengangkat kaki Nadira, sedikit memutar badan wanita itu agar bisa segera merebahkan diri di sofa.Nadira menurut. Dia langsung merebahkan diri, posisi miring tapi perutnya masih sakit.Arjuna mengambil air hangat. Dia membawa air hangat itu ke istrinya, agar kram di perut Nadira mereda.“Minum dulu,” ucap Arjuna yang terdengar seperti sebuah perintah.“Bentar, Dok. Sa-sakit.”“Relaksasi. Atur napasmu!”Nadira yang mengerti maksud Arjuna, segera mencoba menenangkan dirinya sendiri. Dia mengatur napasnya, sambil menenangkan diri, agar kram itu hilang.Arjuna melepas sepatu Nadira. Setidaknya, aliran darah wanita itu harus lancar.Arjuna hanya bisa diam dan melihat saja. Entah mengapa pikirannya mendadak sulit berpikir, apa yang harus dia lakukan.Selain
더 보기