“Mau apa? Bilang saja?” tanya Arjuna saat istri mudanya menghentikan ucapannya dan kembali menunduk.Nadira sedikit mengangkat wajahnya. Dia melihat ke suaminya.Wajah itu tampak sangat ingin tahu, tapi gurat kelelahan di sana juga tidak bisa dipungkiri.Nadira kembali menurunkan pandangannya. “Maaf, Dok. Sepertinya bayinya ingin ... jalan-jalan.” Nadira memelankan suaranya.Arjuna menaikkan alisnya. “Jalan-jalan?”Nadira mengangguk pelan.“Hanya jalan ato mau makan sesuatu?”Nadira menggeleng. “Tidak, Dok. Hanya jalan.”Arjuna mengangguk. “Ok, tapi saya mandi dulu.”Nadira langsung mendongak. Tatapan takutnya menghilang, berganti dengan binar di matanya.“Beneran, Dok?”“Hmm. Kalau kamu mengidam, bilang saja.”“Saya gak mau kamu kesusahan sendirian,” lanjut Arjuna.Ini adalah kalimat panjang Arjuna pertama pada Nadira, selain perintah rumah sakit.“Makasih, Dok.”Arjuna berdiri. “Tunggu sebentar, saya mandi dulu.”Nadi
Read more