Nisya mengangguk sambil tersenyum lebar. "Baik, kamu memang baik sekali."Nora berbalik dan terus mengomel, "Besok kamu harus pergi. Mana ada nenek tua yang terus menumpang di rumah orang dan nggak mau pergi? Sudah setua ini, nggak bisa melakukan apa-apa lagi, masih ingin mencari tempat untuk menghabiskan masa tua. Di dunia ini mana ada hal seenak itu?"Nisya tetap tersenyum sepanjang waktu. Lorraine menuntunnya masuk ke kamar sebelah."Nenek Nisya, malam ini Nenek tidur di sini. Tapi besok waktu Pak Gilga datang menjemput, Nenek harus patuh dan ikut dengannya."Nisya menarik tangan Lorraine. "Tapi aku ...."Lorraine pura-pura marah. "Nenek Nisya, kalau Nenek patuh, kita tetap berteman. Kalau Nenek nggak patuh ... aku nggak mau berteman sama nenek yang nakal."Nisya mengatupkan bibir. Dengan wajah penuh keluhan, dia mengangguk. "Baik."Setelah Lorraine kembali ke kamar utama, dia lembur semalaman. Akhirnya proposal tender itu berhasil diselesaikannya.Pagi-pagi sekali, Gilga sudah data
Baca selengkapnya